Menurutnya, Indonesia butuh kesiapan dari sektor e-Leadership agar bisa menerapkan DFFT.
Sektor e_leadership yang dimaksud Rudiantara mencakup pertanian, perhubungan, kesehatan, keuangan, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nomor satu, biar bagaimana pun, industri tuh pimpinan tertinggi dari sektor. SDM-nya sejalan dengan konsep pak Jokowi, pengembangan SDM makanya Kominfo tahun ini menyelenggarakan digital talent yang kita butuhkan setiap tahun itu 600 ribu," jelasnya.
Rudiantara mengaku mendorong perusahaan untuk melakukan pendidikan yang berkaitan dengan digital. Nantinya pemerintah menjanjikan memberi insentif melalui peraturan Menteri Keuangan.
Menyoal waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan DFFT, Rudiantara menyebut butuh waktu dua hingga tiga tahun kedepan untuk bisa diterapkan secara massif. Lebih lanjut ia mencontohkan penerapan di sektor penerbangan.
"Contoh sederhana, airlines punya pesawat sekarang kalau airlines memelihara pesawatnya mungkin dilakukan secara berkala misal di Jakarta masuk ke GMF [bengkel pesawat milik Indonesia]. Itu dihitung berdasarkan jam terbang yang baru melalui DFFT setiap kali yang baru selesai terbang," pungkasnya.
Disela lawatan ke Jepang, Rudiantara mewakili pemerintah Indonesia dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Digital negara-negara G20. Dalam pertemuan yang berlansung 8-9 Juni membahas isu perdagangan dan ekonomi digital, society 5.0, human centered artificial intelligence (AI), data free flow with trust (DFFT), government innovation, security, dan SDG's & Inclusion. (din/evn)