Kominfo: Indonesia Belum Siap Lakukan Pertukaran Data Digital

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 00:59 WIB
Kominfo: Indonesia Belum Siap Lakukan Pertukaran Data Digital Menkominfo Rudiantara. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengakui Indonesia saat ini belum siap melakukan pertukaran data digital dengan negara-negara yang tergabung dalam G20. Rudiantara mengatakan alasan ekosistem yang belum memadai menjadi penyebab Indonesia belum siap melakukan Data Free Flow with Trust (DFFT) atau pertukaran data digital.

Menurutnya, Indonesia butuh kesiapan dari sektor e-Leadership agar bisa menerapkan DFFT.

Sektor e_leadership yang dimaksud Rudiantara mencakup pertanian, perhubungan, kesehatan, keuangan, dan lainnya.


"Pada rapat G20 kemarin dibahas berbagai macam isu tapi yang mendominasi adalah konsep Data Free Flow with Trust itu diusulkan Jepang sebagai tuan rumah. Prinsipnya kita juga akan masuk sana tapi Indonesia belum siap secara ekosistem," ujar Rudiantara usai halal bihalal dengan awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Untuk menyiapkan sektor di atas, Rudiantara mengatakan saat ini pemerintah tengah berupaya mengembangkan sumber daya mausia yang ada.

Salah satu aksi yang dilakukan yakni dengan membuat komptetisi di ranah digital. Kementerian Kominfo sendiri menurutnya butuh 600 ribu talenta setiap tahunnya.

"Nomor satu, biar bagaimana pun, industri tuh pimpinan tertinggi dari sektor. SDM-nya sejalan dengan konsep pak Jokowi, pengembangan SDM makanya Kominfo tahun ini menyelenggarakan digital talent yang kita butuhkan setiap tahun itu 600 ribu," jelasnya.

Rudiantara mengaku mendorong perusahaan untuk melakukan pendidikan yang berkaitan dengan digital. Nantinya pemerintah menjanjikan memberi insentif melalui peraturan Menteri Keuangan.

Menyoal waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan DFFT, Rudiantara menyebut butuh waktu dua hingga tiga tahun kedepan untuk bisa diterapkan secara massif. Lebih lanjut ia mencontohkan penerapan di sektor penerbangan.

Menurutnya jika perusahaan maskapai penerbangan bermaksud ingin melakukan pemeliharaan misal di Jakarta, pesawat itu terlebih dahulu dilihat data jam terbang melalui DFFT usai melakukan penerbangan.

"Contoh sederhana, airlines punya pesawat sekarang kalau airlines memelihara pesawatnya mungkin dilakukan secara berkala misal di Jakarta masuk ke GMF [bengkel pesawat milik Indonesia]. Itu dihitung berdasarkan jam terbang yang baru melalui DFFT setiap kali yang baru selesai terbang," pungkasnya.

Disela lawatan ke Jepang, Rudiantara mewakili pemerintah Indonesia dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Digital negara-negara G20. Dalam pertemuan yang berlansung 8-9 Juni membahas isu perdagangan dan ekonomi digital, society 5.0, human centered artificial intelligence (AI), data free flow with trust (DFFT), government innovation, security, dan SDG's & Inclusion. (din/evn)