Jelang Sidang MK, Medsos Tak Dibatasi Jika Hoaks Tak Melonjak

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 09:07 WIB
Jelang Sidang MK, Medsos Tak Dibatasi Jika Hoaks Tak Melonjak Ilustrasi. ( CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak ada peningkatan eskalasi hoaks dan hasutan jelang sidang perdana sengketa Pilpres 2019. Pelaksana Tugas Kepala Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu mengungkapkan jika tidak ada peningkatan hoaks, maka media sosial tidak akan dilakukan pembatasan.

"Kami berharap tidak akan dilakukan pembatasan atau pelambatan medsos selama sidang MK. Langkah pelambatan atau pembatasan medsos hanya dilakukan bila terjadi peningkatan eskalasi hoaks dan hasutan di medsos," ujarnya, Jumat pagi (14/6).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto berjanji tidak akan ada pembatasan media sosial (medsos) saat sidang sengketa Pemilu 2019 besok. Namun, menurutnya pembatasan tidak akan dilakukan jika kondisi keamanan tetap kondusif.
"Saya sudah berjanji kalau keaadannya cukup aman, tidak ada kegiatan medsos yang ekstrem, ya tidak diapa-apain. Ngapain cari kerjaan seperti itu dan kemudian merugikan kepentingan masyarakat, tidak mungkin," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (13/6).


Di sisi lain, Wiranto mengingatkan semua pihak bahwa kepentingan negara dan bangsa berada di atas kepentingan perorangan dan kelompok. Ia berharap hal itu dipahami oleh semua pihak agar pembatasan serupa tidak terulang kembali.

Lebih lanjut, mantan Panglima ABRI ini menyampaikan pembatasan sejumlah fitur medsos beberapa waktu lalu dilakukan untuk menjaga keamanan nasional. Ia menyebut jika hal itu tak bisa dilakukan, maka akan menambah kekacauan di tengah masyarakat.
Tetapi, ia menegaskan langkah pembatasan itu hanya dilakukan dalam keadaan tertentu. Sehingga, ia meminta pengertian dan pemahaman dari masyarakat terkait hal itu. (age/age)