Kominfo Tambah Pengawas Hoaks Usai Jokowi Menang Pilpres

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 10:11 WIB
Kominfo Tambah Pengawas Hoaks Usai Jokowi Menang Pilpres Dirjen Aptika Semuel Pangerapan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengatakan tak memberikan perlakuan khusus tertentu untuk penanganan hoaks di media sosial.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemkominfo Semuel Pangerapan mengatakan pihaknya selalu menangani konten hoaks secara konsisten. Oleh karena itu, Kominfo tetap mengawasi hoaks menjelang hari pengumuman rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), tapi tidak ada penanganan khusus.

"Kalau hoaks selalu kita tangani. Tidak ada penangananan khusus, semuanya sama. Kita cuman tambah orangnya saja," kata Semuel saat ditemui di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Senin (21/5)


Tak hanya sampai 22 Mei, Semuel mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU untuk menangani konten hoaks pemilu hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, MPR, DPRD, dan DPD.

"Oh iya sampai selesai (penanganan konten hoaks). Sampai selesai diumumkan dan sampai ditetapkan. Bawaslu sama KPU kita jaga terus," kata Semuel.

Kemkominfo mengidentifikasi 486 hoaks, kabar bohong, dan berita palsu sepanjang April 2019. Jumlah ini menjadikan hoaks yang telah diidentifikasi dan divalidasi bertambah menjadi 1.731 selama periode Agustus 2018 hingga April 2019.

Dari 486 hoaks selama April 2019, terdapat 209 hoaks kategori politik. Total hoaks kategori politik yang telah diidentifikasi sejak Agustus hingga April menjadi 620 hoaks.

Tim ais Kemenkominfo mengidentifikasi 175 konten hoaks pada Januari dan meningkat drastis menjadi 353 hoaks pada Februari 2019. (jnp/age)