Huawei Bersiap Rilis OS Hongmeng Pengganti Android

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 17:08 WIB
Huawei Bersiap Rilis OS Hongmeng Pengganti Android Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei menyebut pihaknya sedang mempersiapkan peluncuran sistem operasi ponsel buatannya sendiri, Hongmeng untuk menggantikan Android.

Wakil Presiden Urusan Publik dan Komunikasi Huawei Andrew Williamson membenarkan  sistem operasi Hongmeng bakal segera diluncurkan. Meskipun belum diperkenalkan secara global, namun Hongmeng telah diuji coba kepada satu juta pengguna ponsel di China.

"Huawei sedang dalam proses meluncurkan pengganti [sistem operasi  Android]," kata Williamson.


"Hal itu bukan sesuatu yang diinginkan Huawei, kami sangat senang menjadi bagian dari keluarga Android tetapi Hongmeng sedang diuji ke sebagian besar pengguna di China dan sudah dicoba lebih dari satu juta perangkat."

Mengutip Reuters, ponsel yang menggunakan sistem operasi Hongmeng dikabarkan bakal merambah pasar ke sembilan negara termasuk di benua Eropa seperti Peru, Kamboja, Kanada, Korea Selatan dan Selandia Baru.

Huawei diketahui akan mendaftarkan hak paten Hongmeng setelah AS memasukkan China ke dalam daftar hitam ekspor perdagangan AS.

Kendati Huawei tengah menyiapkan sistem operasi sendiri, Google manyatakan akan tetap memberikan dukungan pada Google Play Store dan Play Protect untuk pengguna perangkat Huawei dan Honor.

Beberapa waktu lalu Departemen Perdagangan AS melunak dan memberikan lisensi sementara selama 90 hari yang berlaku hingga 19 Agustus 2019 untuk Huawei. Dengan begitu, perusahaan asal China ini masih bisa memberikan dukungan pembaruan perangkat lunak (software) dan keamanan untuk pengguna perangkatnya.

Izin ini sekaligus memperbolehkan Huawei untuk bekerja sama dengan perusahaan AS untuk menyediakan dukungan layanan. Lisensi sementara ini juga memberikan 'angin segar' bagi mitra Huawei yakni Google, Intel, Qualcomm, dan perusahaan AS lainnya untuk tetap bisa bekerja sama.

Keputusan Huawei untuk memperkenalkan sistem operasi baru terkait dengan tensi perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Pemerintah AS sebelumnya mengatakan telah bertemu dengan sejumlah pejabat di Eropa untuk memperingatkan agar tidak membeli dan menggunakan perangkat Huawei untuk jaringan seluler.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)