Kanada Tolak Tuntutan untuk Setop Ekstradisi Bos Huawei ke AS

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 09:00 WIB
Kanada Tolak Tuntutan untuk Setop Ekstradisi Bos Huawei ke AS Demo menuntut pembebasan CFO Huawei Meng Wanzhou di Kanada. (Foto: REUTERS/David Ryder)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menolak gagasan untuk menghentikan ekstradisi bos Huawei Meng Wanzhou ke Amerika Serikat.

Wanzhou diketahui akan menentang permintaan ekstradisi yang dilakukan pemerintah Kanada saat persidangan pada Januari mendatang.

"Itu [permintaan ekstradisi] merupakan cara tepat, tidak ada gangguan politik untuk melanjutkan langkah tersebut," ungkap Freeland seperti dilansir Reuters.


Tuntutan ini muncul bersamaan dengan keterangan dari mantan Pendana Menteri Kanada Jean Chretien melalui surat kabar The Globe and Mail.

Chretien meminta pemerintah Kanada untuk menghentikan gagasan ekstradisi Wanzhou ke pengadilan Washington untuk menjaga hubungan baik antara Kanada dan China.

Wanzhou yang merupakan kepala keuangan Huawei diamankan di bandara di Kanada awal Desember silam atas permintaan AS. Pemerintah China sempat menuntut Kanada untuk membebaskan Wanzhou, disamping dua warga negara Kanada yang diamankan atas tuduhan spionase.

Perseturuan antara AS dan China berawal saat jaksa penuntut mengeluarkan dakwaan yang menuduh Huawei melakukan penipuan untuk membuka kran bisnis dengan Irak.

Perseteruan AS versus China melebar ketika Wangzhou yang merupakan putri pendiri Huawei, Ren Zhengfei diamankan di Kanada. Zhengfei kala itu beranggapan penangkapan putrinya dilandasi motivasi politik antara AS dan China.

Tensi perang dagang antara kedua negara mencapai puncaknya saat Trump mengeluarkan larangan bagi perusahaan AS untuk menggunakan layanan atau produk milik Huawei. Akibatnya, sejumlah perusahaan termasuk Google terang-terangan menghentikan dukungan untuk ponsel produksi Huawei.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)