Parlemen AS Minta Facebook Hentikan Layanan Uang Kripto Libra

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 13:50 WIB
Parlemen AS Minta Facebook Hentikan Layanan Uang Kripto Libra Ilustrasi. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komite Jasa Keuangan AS Maxine Waters meminta Facebook untuk menghentikan pengembangan layanan cryptocurrency Libra pada Selasa (19/6).

Selain itu, dia juga meminta eksekutif perusahaan untuk bersaksi di depan kongres AS. Langkah Facebook membuat uang kripto dinilai menambah kekhawatiran global terkait arti mata uang digital dan keamanan data.

"Facebook memiliki data miliaran orang dan telah berulang kali mengabaikan perlindungan dan penggunaan data ini," kata Waters dikutip Reuters.


"Berdasarkan pengumuman bahwa mereka berencana membuat cryptocurrency, Facebook melanjutkan ekspansi yang tidak terkendali dan memperluas jangkauannya ke dalam kehidupan para penggunanya."

Pernyataan Waters itu menyusul perwakilan partai Republik Patrick McHenry sebelumnya telah meminta audiensi terkait inisiatif baru Facebook itu.

Sementara itu, perwakilan Facebook mengatakan kepada jurnalis Reuters bahwa pihaknya siap untuk menjawab segala pernyataan anggota parlemen AS terkait dompet digital Libra.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, CEO Facebook Marz Zuckerberg mengumumkan kemunculan perusahaan penyedia uang kripto, Calibra.

Dalam unggahannya, Zuck memperkenalkan produk pertama Calibra yakni dompet digital yang dinamakan Libra. Facebook mengatakan Libra merupakan produk mata uang global yang didukung oleh teknologi blockchain.

Perusahaan menjelaskan semua jenis layanan mata uang kripto Libra sudah bisa diakses meskipun pengguna belum bisa melakukan transaksi atau investasi.

Untuk saat ini Calibra akan mengirimkan Libra melalui WhatsApp dan Messenger secara masif kepada pengguna.

Usai Libra diluncurkan, perusahaan bakal menyematkan perlindungan keamanan untuk menjaga uang dan data informasi pengguna agar tetap aman. Lalu Facebook menggunakan proses verifikasi anti penipuan sama seperti yang digunakan bank.

Tak hanya itu, Calibra juga akan memiliki sistem otomatis yang secara proaktif memantau aktivitas untuk mendeteksi dan mencegah tindakan penipuan.

Menyoal aspek keamanan data, Facebook mengklaim layanan barunya tersebut tidak akan mengabaikan informasi akun dan data keuangan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan pengguna. (din/age)