Telkomsel Klarifikasi Kerja Sama Jaringan 5G dengan Ericsson

CNN Indonesia | Sabtu, 22/06/2019 05:32 WIB
Telkomsel Klarifikasi Kerja Sama Jaringan 5G dengan Ericsson Ilustrasi 5G. (Foto: AFP PHOTO / Pau Barrena)
Jakarta, CNN Indonesia -- Telkomsel mengklarifikasi kerja sama dengan Ericsson untuk pengadaan jaringan 5G di Indonesia. Media relation manager Telkomsel Singue Kilatmaka mengatakan kerja sama tersebut baru menguji coba penggunaan perangkat 5G Ericsson.

Ia menekankan hingga saat ini Telkomsel belum menentukan mitra vendor untuk membangun infrastruktur 5G.

"Kalau dengan Ericsson kemarin itu lebih ke arah bahwa kita uji coba 5G yang mereka punya. Tapi belum ada kesepakatan kita akan gunakan teknologi itu untuk ke depannya. Jadi Ericsson punya barang, ya kita coba alat 5G, tapi belum tentu nanti akan dipakai," ujar Singue usai konferensi pers di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (20/6).


Singue menjelaskan Telkomsel saat ini masih membuka lebar kemitraan dengan seluruh vendor penyedia teknologi 5G. Tlkomsel sebelumnya telah menguji coba 5G saat Asian Games 2018 lalu dengan menggunakan perangkat Huawei.

"Kalau di Gelora Bung Karno, saat uji coba 5G kita pakai Huawei. Huawei juga sifatnya belum penjajakan," imbuhnya.

Sementara untuk infrastruktur jaringan lainya dari 2G hingga 4G, Telkomsel menjalin kerja sama dengan banyak vendor mulai dari Nokia, ZTE, Ericsson, dan Huawei.

"Budaya kami itu tidak pernah kerja sama hanya dengan satu vendor untuk jaga quality of service. Jadi biar kalau satu (jaringan) mati tidak semuanya mati. Itu yang kami takutkan," ujarnya.

Singue mengatakan pihaknya juga belum bisa menunjuk mitra 5G karena pemerintah belum menerapkan regulasi standardisasi untuk menentukan spesifikasi perangkat dan alokasi spektrum 5G.

Pemerintah harus menyediakan sejumlah 80-100 MHz spektrum secara kontinyu bagi setiap operator di band utama (seperti 3,5 GHz), dan sekitar 1 GHz bagi setiap operator di band millimeter wave (seperti spectrum diatas 24 GHz).

"Jangan sampai kalau kita sudah tentukan sekarang teknologinya, nanti tiba-tiba pemerintah memiliki spesifikasi (standardisasi) sendiri dan tidak sesuai dengan yang sudah kita tentukan. Ini juga bahaya," ungkapnya.

Sebelumnya Ericsson telah menjalin kerja sama dengan Telkomsel untuk membangun infrastruktur jaringan 5G di Indonesia. Lewat laman resmi Ericsson, Telkomsel diketahui menggunakan teknologi jaringan inti NFV infratrustcture (MFVI) milik Ericsson untuk meningkatkan jaringan inti utama.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)