Ia menekankan hingga saat ini Telkomsel belum menentukan mitra vendor untuk membangun infrastruktur 5G.
"Kalau dengan Ericsson kemarin itu lebih ke arah bahwa kita uji coba 5G yang mereka punya. Tapi belum ada kesepakatan kita akan gunakan teknologi itu untuk ke depannya. Jadi Ericsson punya barang, ya kita coba alat 5G, tapi belum tentu nanti akan dipakai," ujar Singue usai konferensi pers di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (20/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di Gelora Bung Karno, saat uji coba 5G kita pakai Huawei. Huawei juga sifatnya belum penjajakan," imbuhnya.
"Budaya kami itu tidak pernah kerja sama hanya dengan satu vendor untuk jaga quality of service. Jadi biar kalau satu (jaringan) mati tidak semuanya mati. Itu yang kami takutkan," ujarnya.
Singue mengatakan pihaknya juga belum bisa menunjuk mitra 5G karena pemerintah belum menerapkan regulasi standardisasi untuk menentukan spesifikasi perangkat dan alokasi spektrum 5G.
"Jangan sampai kalau kita sudah tentukan sekarang teknologinya, nanti tiba-tiba pemerintah memiliki spesifikasi (standardisasi) sendiri dan tidak sesuai dengan yang sudah kita tentukan. Ini juga bahaya," ungkapnya.
Sebelumnya Ericsson telah menjalin kerja sama dengan Telkomsel untuk membangun infrastruktur jaringan 5G di Indonesia. Lewat laman resmi Ericsson, Telkomsel diketahui menggunakan teknologi jaringan inti NFV infratrustcture (MFVI) milik Ericsson untuk meningkatkan jaringan inti utama.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)