Mengenal Dua Manusia Pertama yang Mendarat di Bulan
CNN Indonesia
Senin, 22 Jul 2019 07:37 WIB
Sepak terjang Aldrin di dunia penerbangan dimulai saat mengemudikan Fighter Wing ke-51 saat perang di Korea. Usai gencatan senjata antara Korea Selatan dan Korea Utara, ia mendaftar di Institut Teknologi Massachusetts. Lalu Aldrin memperoleh gelar Doktor dalam bidang aeronautika dan astronautika tahun 1963.
Pada tahun yang sama, ia bergabung dengan programa stronaut NASA sebagai bagian dari misi Gemini XII dan Apollo 11.
Aldrin mengandalkan studi doktoralnya untuk membantu menciptakan teknik docking. Selain itu, ia juga memelopori teknik pelatihan bawah air, yang mensimulasikan situasi nol gravitasi dan membantu para astronaut bersiap ke luar angkasa.
Pada 11 November 1966, misi Gemini 12 meluncurkan Aldrin dan komandan pilot James Lovell selama empat hari dengan tujuan utama melakukan pertemuan dan berlabuh dengan kendaraan Gemini Agena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edwin "Buzz" Aldrin (Dok. NASA) |
Salah satu peran Armstrong saat berada di Bulan ialah untuk mendokumentasikan perjalanan tersebut sehingga sebagian besar gambar misi Apollo 11 berasal dari Aldrin.
Lihat juga:Persiapan Misi ke Bulan NASA 50 Tahun Lalu |
Di dalam buku itu, Aldrin mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami kesulitan akibat seringnya mengonsumsi minuman beralkohol dan depresi setelah meninggalkan NASA.
Aldrin telah menikah tiga kali dan memiliki tiga anak. Pada Juni 2018, astronaut berusia 88 tahun itu mengajukan gugatan terhadap dua anaknya, sebuah yayasan milik keluarganya dan mantan manajer. Ia menuduh mereka melakukan penipuan, penyalahgunaan kartu kredit pribadi dan menggunakan sosial media untuk melakukan fitnah tetapi tuduhan tersebut tidak ada yang terbukti di pengadilan.
as a preferred source on Google
Edwin "Buzz" Aldrin (Dok. NASA)