"Jadi kesalahan besar yang pernah ada adalah kesalahan manajemen yang saya lakukan menyebabkan Microsoft tidak seperti Android. Artinya, Android adalah sistem operasi standar non-Apple," kata Gates.
"Saat itu ada ruang untuk satu sistem operasi non-Apple yang nilainya mencapai US$400 miliar," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google mengakuisisi Android tahun 2005 senilai US$50 juta. Mantan CEO Google Eric Schmidt mengakui bahwa fokus awal Google saat itu ialah mengalahkan upaya Microsoft untuk perangkat Windows Mobile.
Ballmer sempat menertawakan Apple dan menyebut iPhone sebagai ponsel paling mahal di dunia dan tidak menarik bagi pelanggan bisnis karena tidak memiliki "keyboard" alias ponsel layar sentuh.
Oleh sebab itu, Microsoft mengadakan pertemuan darurat pada Desember 2008 untuk membatalkan serta mengatur ulang Windows Mobile menjadi Windows Phone.
Pria 63 tahun itu mengundurkan diri sebagai CEO Microsoft tahun 2000 dan mengambil peran sebagai Kepala Arsitek Perangkat Lunak. Delapan tahun berselang, ia kembali menjadi CEO Microsoft sampai akhirnya digantikan oleh Satya Nadella pada 2014 lalu.
"Sungguh menakjubkan bagi saya bahwa telah melakukan kesalahan terbesar sepanjang masa [...] Aset kami yang lain seperti Windows dan Office masih sangat kuat," ucap Gates, seperti dikutip The Verge.
Lihat juga:Microsoft Bersiap Akhiri Windows 7 |
Kendati demikian, vendor gagal untuk menyematkan sistem operasi milik Microsoft untuk mendukung ponsel Windows Phone. Banyak pelanggan yang menilai bahwa mereka harus tetap menggunakan iOS atau Android guna menjaga aplikasi yang ada di ponsel mereka.
Tahun 2013, Microsoft akhirnya membeli perangkat keras dan layanan Nokia senilai lebih dari US$7 miliar. Hal ini membuat perusahaan merilis perangkat Lumia sendiri namun penjualan tetap memburuk. (din/eks)