Penyelidik perusahaan cyber AS-Israel Cybereason mengatakan para penyerang perusahaan di lebih dari 30 negara pada Selasa, (25/6). Peretas bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang individu-individu di pemerintahan, penegakan hukum dan politik.
Kelapa Eksekutif Cybereason Lior Div mengungkap para peretas menggunakan perangkat yang dikaitkan dengan serangan lain.
Lihat juga:AS Disebut Gelar Serangan Siber Kepada Iran |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami masih melacak mereka," katanya.
Cybereason menolak menyebutkan nama perusahaan yang terpengaruh atau negara tempat mereka beroperasi, tetapi orang yang akrab dengan operasi peretasan China mengatakan Beijing semakin menargetkan perusahaan telekomunikasi di Eropa Barat.
Negara-negara Barat telah bergerak untuk memanggil Beijing atas tindakannya di dunia maya, memperingatkan bahwa peretas China telah mengkompromikan perusahaan dan lembaga pemerintah di seluruh dunia untuk mencuri rahasia komersial yang berharga dan data pribadi untuk tujuan spionase.
Lihat juga:Risiko Ketika Data Pribadi Dicuri |
Cybereason mengatakan beberapa alat yang digunakan oleh penyerang sebelumnya telah digunakan oleh kelompok peretasan China yang dikenal sebagai APT10.
Amerika Serikat mendakwa dua orang yang diduga anggota APT10 pada bulan Desember dan bergabung dengan negara-negara Barat lainnya dalam mengecam serangan kelompok terhadap penyedia layanan teknologi global untuk mencuri kekayaan intelektual dari klien mereka.
"Kami berhasil menemukan tidak hanya satu perangkat lunak, kami berhasil menemukan lebih dari lima alat berbeda yang digunakan oleh kelompok khusus ini," kata Div. (age)