Facebook Jadi Sarang Penjualan Layanan Peretas

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 20:26 WIB
Facebook Jadi Sarang Penjualan Layanan Peretas Ilustrasi. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook telah digunakan oleh para penipu digital, peretas, hingga pencuri identitas untuk menjajakan layanan mereka. Divisi riset keamanan siber Cisco Talos mengklaim menemukan lusinan grup Facebook yang berdedikasi untuk menghasilkan uang dari berbagai perilaku online ilegal.

Dilansir dari TechCrunch, laporan Talos menyoroti 74 grup dengan total 385 ribu anggota. Pengguna Facebook bisa mencari grup dengan mencari kata kunci seperti 'spam' atau 'carding'.

Talos mengatakan beberapa pengguna mengiklankan nomor kartu kredit curian hingga surat izin mengemudi korban. Beberapa pengguna juga mengunggah permintaan untuk membantu transfer uang dalam jumlah yang besar atau mendapatkan akses ke jaringan komputer.


Kendati demikian beberapa penjual tampaknya hanya menipu pembeli dan tidak menawarkan layanan peretasan. Facebook mengatakan sebagian besar grup ini diciptakan pada 2018.
Dilansir dari The Verge, Facebook mengatakan telah menghapus grup peretas ini setelah Talos mengungkapkan grup ini. Facebook mengklaim terus berusaha untuk mencari grup atau akun yang berhubungan dengan grup peretas ini.

"Grup-grup ini melanggar kebijakan kami terhadap spam, penipuan finansial dan kami menghapusnya. Kami tahu kami harus lebih waspada dan kami berinvestasi besar-besaran untuk melawan jenis aktivitas ini, "kata seorang juru bicara Facebook.

Facebook memang memiliki masalah jangka panjang dengan kejahatan dunia maya. Facebook memiliki lebih dari 2 miliar pengguna, dan tidak mengherankan bahwa penjahat akan mencoba menarik pelanggan jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini.

Pada 2018, peneliti keamanan Brian Krebs menemukan 120 kelompok pribadi dengan 300 ribu anggota menawarkan botnet, pengembalian pajak yang curang, dan layanan ilegal lainnya. (jnp/age)