"Kemitraan ini akan memberikan pilihan yang beragam bagi masyarakat Asia Tenggara yang kerap bepergian, memberikan mereka kemudahan untuk berwisata di seluruh dunia melalui aplikasi yang sudah mereka biasa gunakan dan percaya," kata Mark Porter, Chief Technology Officer for Transport at Grab, dalam siaran pers Grab.
"Kami juga senang untuk memberikan lebih banyak wisatawan mancanegara kemudahan untuk menjelajahi keindahan dan keunikan Asia Tenggara dengan pilihan transportasi yang aman dan efisien. Mereka dapat memilih mobil, motor, atau bahkan moda transportasi lokal seperti TukTuk dan Bajay," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situsnya, Splyt menyebut layanannya tersedia di 5 benua, 29 negara, dan 2.000 kota di seluruh dunia. Sehingga, pengguna transportasi online dari negara lain juga tidak perlu menginstal aplikasi baru ketika bertandang ke kawasan operasional Grab di Asia Tenggara.
Grab juga berencana untuk menambah fitur seperti tips perjalanan dalam aplikasi, ulasan restoran, dan rekomendasi objek wisata, untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penggunanya.
Investasi ini akan digunakan untuk mempercepat ekspansi Splyt ke negara-negara baru, meningkatkan kapabilitas teknologi, dan memperkuat jaringan permintaan institusional dan kemitraan pasokan yang luas untuk transportasi darat. Putaran ini dianggap sebagai pendanaan Seri A terbesar dalam segmen platform konektivitas transportasi. (eks)