Pengamat Kritik Tiga Satelit SpaceX yang Hilang Kontak

CNN Indonesia | Rabu, 03/07/2019 04:15 WIB
Pengamat Kritik Tiga Satelit SpaceX yang Hilang Kontak Ilustrasi (REUTERS/Thom Baur)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga satelit internet SpaceX hilang kontak dengan pusat pengendalinya di Bumi, sebulan setelah satelit internet itu diluncurkan. Kepala Eksekutif Iridium, Matt Desch mengatakan tiga satelit internet yang hilang kontak itu berpotensi mengotori orbit Bumi.

Hal itu ia sampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Secure World Foundation untuk Keberlanjutan Luar Angkasa pada Minggu (30/6) di Amerika. Para pejabat pemerintahan dan industri pun mengungkapkan kekhawatiran jika hal serupa terjadi pada misi peluncuran satelit internet SpaceX selanjutnya.

"Bagaimana jika Anda meluncurkan 1.000 satelit, 5.000 satelit atau 12.000 satelit? Pasti sangat berbahaya," kata Desch dikutip Space News


Lebih lanjut, Desch mengatakan pernyataan itu dia ungkapkan berdasarkan dari pengalaman perusahannya sendiri yang hendak meluncurkan 75 satelit internet dan tengah meninjau lebih jauh kemungkinan terburuknya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Program Keselamatan Luar Angkasa di Badan Antariksa Eropa, Holger Krag pun ikut bersuara. Dia mencatat bahwa banyak operator satelit tidak mematuhi pedoman pembuatan satelit internet.

Krag menemukan bahwa hanya 30 persen operator yang menerapkan pembuangan pesawat ruang angkasa dengan benar pasca menjalankan misi di orbit Bumi.

"Tren saat ini dalam pertumbuhan benda-benda luar angkasa, jika operator sama sekali tidak mengambil tindakan untuk mengurangi puing-puing ruang angkasa maka akan sangat berbahaya," jelasnya.

"Ini tidak cukup [data terkait operator yang membuat satelit mereka dengan benar usai menjalankan misi di orbit Bumi]. Kita harus menjadi lebih baik."

Namun, di satu sisi, Desch memuji langkah SpaceX karena berhasil memenangkan persetujuan Komisi Komunikasi Federal untuk mengoperasikan sebagian besar konstelasi Starlink-nya di ketinggian 550 kilometer dibanding 1.150 kilometer seperti yang direncanakan sebelumnya.

"Salah satu langkah terbesar yang dilakukan dalam dua atau tiga bulan terakhir pada seluruh masalah ini adalah SpaceX memutuskan untuk menurunkan ketinggiannya [satelit Starlink]. Aku hanya senang mereka membuat keputusan yang sangat bertanggung jawab itu," tuturnya.

Dilansir The Verge, SpaceX mengatakan bahwa tiga satelit tersebut akan terus mengorbit di Bumi untuk sementara waktu namun pada akhirnya akan ditarik ke Bumi dan ketiganya akan terbakar di atmosfer. 

Menurut perusahaan yang dipimpin oleh miliarder asal AS Elon Musk itu, 57 satelit lainnya masih bekerja dengan sangat baik dan 45 persen diantaranya telah menaikkan ketinggian mereka dan telah mencapai orbit paling akhir yang diinginkan perusahaan yakni 550 kilometer.

[Gambas:Video CNN] (din/eks)