FOTO: Ketika Warga Chile 'Pesta' Gerhana Matahari

Reuters & AFP & AP, CNN Indonesia | Rabu, 03/07/2019 08:35 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Chile 'berpesta' gerhana matahari dengan berbondong-bondong menyaksikan peristiwa itu di gurun Atacama.

Gerhana matahari total terjadi pada sore hari 2 Juli pukul 16:38 waktu setempat (3 Juli, 04:38 WIB), namun gerhana ini hanya bisa disaksikan oleh warga Chile dan Argentina (MARTIN BERNETTI / AFP)
Turis dan warga lokal berbondong-bondong mendatangi Atacama, lokasi pengamatan gerhana total di Chile. Di gurun ini sebuah tenda penelitian astronomi telah didirikan. (MARTIN BERNETTI / AFP)
Gurun Atacama di utara Chile dianggap sebagai tempat pengamatan yang cocok, karena langit daerah yang kering itu hampir selalu cerah tak berawan. Sehingga gerhana kemungkinan besar bisa diamati. (AP Photo/Esteban Felix)
Ribuan warga pun berbondong-bondong ke gurun di La Higuera, Chile, itu pada 2 Juli untuk menyaksikan peristiwa gerhana matahari total. (AP Photo/Esteban Felix)
Tak hanya orang awam, peneliti pun menantikan peristiwa ini untuk mengamati benda langit yang ada di langit Chile pada siang hari. Tampak seorang remaja menggunakan binokular khusus untuk menyaksikan gerhana matahari. (AP Photo/Esteban Felix)
Benda langit yang beredar di langit Chile pada siang hari itu bisa diamati karena langit akan gelap sesaat pada saat gerhana terjadi. (REUTERS/Juan Jose Gonzalez Galaz)
Para pedagang juga meraup untung di gurun Atacama. Merka menjual kacamata murah sekali pakai seharga Rp15 ribu, agar para warga bisa menikmati fenomena gerhana. (REUTERS/Juan Jose Gonzalez Galaz)
Kawasan Acatama terakhir kali menyaksikan gerhana matahari total pada 1592. Gerhana matahari total berikutnya diperkirakan akan terjadi pada 2165. (MARTIN BERNETTI / AFP)
Sementara itu di Argentina warga berbondong-bondong menyaksikan gerhana di perbatasan di kota Cuyo. (AP Photo/Esteban Felix)
 Sebab, gerhana tak terlalu terlihat dari ibukota Argentina, Buenos Aires. (REUTERS/Rodrigo Garrido)