Tri Handoko Seto, Kepala BBTMC menerangkan selain Jakarta sejumlah kota besar di dunia juga telah menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk menekan polusi di perkotaan.
Sejumlah negara yang dimaksud antara lain Thailand, China, Korea Selatan, dan India sudah menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk menekan tingkat polusi udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara-negara tersebut berjuang mengatasi polusi udara dengan cara mengendalikan cuaca itu sendiri," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Seto menerangkan ada tiga skenario modifikasi cuaca yang akan ditempuh untuk menekan polusi di Jakarta.
Pertama, penyemaian awan dengan garam NaCL akan dilakukan di saat ada awan potensial agar hujan terjadi di wilayah Jakarta. Cara ini bisa menekan polutan yang ada di atmosfer Jakarta dan upwind (melawan angin) sehingga bisa tersapu dan jatuh bersama dengan air hujan.
"Lapisan inversi ini menjadi salah satu penghalang bagi polutan untuk terbang secara vertical, sehingga polutan terakumulasi di permukaan hingga di bawah lapisan inversi," jelasnya.
Metode ketiga yakni dengan menggunakan penyemprotan air (water spraying) dari darat menggunakan alat Ground Mist Generator yang akan ditempatkan di 10 lokasi di daerah upwind. Cara ini bertujuan untuk mengikat polutan yang ada dengan menggunakan pesawat Casa milik TNI AU dari skuardron 4 Lanud Abdurachman Saleh Malang. (evn)