Kendala Teknis, India Tunda Peluncuran Misi ke Bulan

CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 10:07 WIB
Kendala Teknis, India Tunda Peluncuran Misi ke Bulan Ilustrasi. (Foto: AP Photo/John Raoux)
Jakarta, CNN Indonesia -- India mengumumkan penundaan misi kedua ke permukaan bulan dalam kurun kurang dari sejam jelang peluncuran. Misi bertajuk Chandrayaan 2 ini semula dijadwalkan meluncur pada Minggu (14/7) dari Satish Dhawn Space Center di Sriharikota, India.

Lembaga Penelitian Antariksa India (Indian Space Research Organisation/ ISRO) belum memastikan kapan Chandrayaan 2 akan diluncurkan.

"Jadwal peluncuran akan diumumkan selanjutnya," tulis ISRO melalui Twitter resmi.


[Gambas:Video CNN]

Tidak diketahui alasan di balik penundaan peluncuran tersebut. Namun ISRO mengatakan ada sejumlah masalah teknis yang membuat peluncuran Chandrayaan 2 ditunda.

ISRO menerangkan misi lanjutan Chandrayaan 1 ini diagendakan mengangkut pengorbit (orbiter), pendarat (lander), dan rover dengan menumpang roket Mark III Vehicle Feosynchronous Satellite Laund. Ketiganya akan memetakan permukaan bulan dari ketinggian 100 kilometer hingga melakukan pendaratan dengan mulus.

Dilaporkan Reuters, ISRO mengatakan misi kali ini sebagai yang tersulit yang pernah dilakukan. Dibandingkan negara lain, misi jelajah bulan milik India merupakan yang termurah dengan dana sekitar 10 miliar rupee atau sekitar Rp195,7 miliar.

Misi ini disiapkan untuk mengejar ketertinggalan India dalam misi ruang angkasa dari China dan Amerika Serikat. Keberhasilan misi antariksa akan menempatkan India bersaing di ranah misi antariksa komersial.

Misi Chandrayaan 2 dijadwalkan menuju dataran tinggi di antara dua kawah di bulan. Kandungan es diketahui berada di dalam kawah yang gelap di dekat kutub selatan bulan.

India sejatinya akan menjadi negara keempat setelah AS, Rusia, dan China yang berhasil melakukan pendaratan dan penjelajahan di bulan. Sementara Israel harus menelan pil pahit setelah wahana antariksa Beresheet gagal menyentuh permukaan bulan pada April lalu.

[Gambas:Video CNN] (Reuters/evn)