Apple Jajal Produksi AirPods di Vietnam

kst, CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 12:46 WIB
Apple Jajal Produksi AirPods di Vietnam Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / Josh Edelson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple mulai melakukan tahap uji coba produksi AirPods di Vietnam. Produksi perangkat earphone nirkabel tersebut dilakukan sebagai upaya diversifikasi produk untuk mengantisipasi kenaikan tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.

Langkah ini menandai produksi perdana AirPods di luar China sejak diluncurkan pada 2016 silam.

Uji coba produksi AirPods rencananya akan dimulai pada musim panas (sekitar Juni hingga September). Goertek, kontraktor pemanufaktur AirPods memiliki fasilitas produksi di area Vietnam bagian utara.


Apple diketahui mengeluarkan imbauan kepada para pemasok untuk memberikan pasokan bahan baku kepada Goertek. Laporan Nikkei mencatat di tahap awal produksi AirPods masih dilakukan dalam skala sangat kecil.

"Produksi awal dalam jumlah terbatas, tetapi kapasitas produksi bisa ditingkatkan sesuai prosedur manufaktur," ungkap seorang sumber terdekat kepada Nikkei Asian Review.

Sejak pertama kali diproduksi hingga saat ini, Apple menunjuk Invectec, Luxshare-ICT dan Goertek sebagai pemasok AirPods.

Counterpoint mencatat AirPods sebagai produk earphone nirkabel paling laku di dunia dengan pangsa pasar 60 persen.

Sementara Samsung, Huawei, Jabra, Bose, dan merek lain berbagi 'kue' 40 persen pangsa pasar. Pengapalan earphone nirkabel di seluruh dunia diperkirakan mencapai 48 juta pasang di 2018 dan meningkat menjadi 129 juta pasang pada 2020.

Keputusan Apple menarik produksi produknya ke luar China telah ramai berhembus sejak pertengahan Juni lalu. Salah seorang petinggi Hon Hai Precision atau lebih dikenal dengan nama Foxconn sebagai pemasok utama mengatakan pihaknya siap jika Apple memutuskan untuk mengalihkan pusat produksi iPhone dan iPad di luar China.

"25 persen kapasitas produksi kami berada di luar China dan kami akan membantu Apple menanggapi kebutuhannya di pasar AS," ungkap Young Liu, salah satu petinggi Foxconn.

Laporan Nikkei seperti dilansir Reuters mencatat Apple mempertimbangkan Meksiko, India, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia sebagai negara tujuan produksi 15 hingga 30 persen produknya dari China.

[Gambas:Video CNN] (evn/evn)