Ambisi NASA Kembali ke Bulan Usai Kesuksesan Apollo 11

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 12:03 WIB
Ambisi NASA Kembali ke Bulan Usai Kesuksesan Apollo 11 Neil Armstrong saat berada di dalam wahana antariksa menuju Bulan. (Foto: NASA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesuksesan Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendaratkan manusia pertama di Bulan melalui misi Apollo 11 pada 22 Juli 1969 mendorong serangkaian misi lanjutan.

Ambisi Amerika Serikat menyalip rival abadi, Rusia mendorong NASA meluncurkan serangkaian misi lanjutan. Mengutip situs resmi NASA, berikut serangkaian misi ambisius NASA untuk kembali menjejakkan kaki di Bulan.

Apollo 12
Hanya butuh waktu empat bulan bagi NASA untuk meluncurkan misi Apollo 12 setelah menuai kesuksesan pendaratan Apollo 10. Apollo 12 diluncurkan pada 14 November 1969 dengan membawa misi memulihkan potongan Surveyor III, sebuah robot pendarat yang telah mendiami Bulan lebih dari dua tahun.


Ilmuwan NASA hendak mempelajari efek lingkungan bulan pada pesawat ruang angkasanya. Tiga kru Apollo 12 yakni Charles C. Jr, Alan L. Bean, dan Richard F. Gordon sempat mencapai Surveyor III untuk memulai eksperimen menggunakan seismometer.

Sebelum meninggalkan orbit Bulan, ketiganya membuang tahapan kenaikan modul Bulan sehingga bisa jatuh ke permukaan. Cara ini dilakukan untuk memberikan eksperimen terkendali untuk menakar akurasi seismometer.

Apollo 13
Apollo 13 dikenal sebagai 'kegagalan yang berhasil' sepanjang sejarah misi antariksa NASA. Bukan tanpa alasan, ketiga kru Apollo 13 yakni James A. Lovell Jr, Fred W. Haise Jr, dan John L. Swigert Jr gagal mendarat di permukaan Bulan lantaran ada masalah pada modul Bulan. Kendati demikian ketiganya kembali ke Bumi dengan selamat usai usai tragedi tersebut.

Tragedi berawal dari adanya ledakan yang berasal dari sakelar dan insulasi yang seharusnya dimodifikasi selama pembaruan ke satu tangki oksigen mengalami kerusakan saat pengujian.

Ketika pemanas dinyalakan selama penerbangan, tangki meledak sehingga menghabiskan semua daya dari modul perintah. Hal ini memaksa para kru menggunakan modul Bulan sekoci (layaknya perahu penyelamat yang dirancang untuk menyelamatkan mansia jika terjadi masalah di laut).

Apollo 14
Misi yang meluncur pada 31 Januari 1971 menandai kembalinya astronaut AS ke antariksa. Para ilmuwan menilai pendaratan astronaut Alan B. Shepard Jr, Edgar D. Mitchell, dan Stuart A. Roosa sebagai yang paling mulus menyentuh permukaan Bulan.

Ketiganya menghabiskan waktu lebih dari sembilan jam di luar modul Bulan dan mengatur sejumlah percobaan. Shepard yang ditunjuk sebagai komandan misi Apollo 14 memecahkan rekor berjalan lebih 2.743 meter di permukaan Bulan.

EM-Ambisi NASA Jejakkan Kaki di Bulan Usai Kesuksesan Apollo Neil Armstrong dan Edwin Aldrin di dalam pesawat ruang angkasa. (Foto: AFP PHOTO)

Apollo 15
Di tahun yang sama atau tepatnya 26 Juli 1971, NASA kembali mengirim tiga astronaut David R. Scott dan dua pilot yaitu James B. Irwin dan Alfred M. Worden melalui misi Apollo 15.

Misi kali ini menandai kemampuan manusia mengendarai mobil untuk pertama kalinya di Bulan. Ketiga kru membawa baling-baling Bulan yang digunakan oleh Scott dan Irwin ketika berada di permukaan Bulan selama lebih dari 18 jam.

Ketiganya menempuh perjalanan sejauh 4 kilometer untuk mengumpulkan 77 kilogram sampel Bulan. Sebelum meninggalkan permukaan bulan, Scott sempat menguji teori Galileo terkait benda-benda dalam ruang hampa udara yang akan jatuh. Ketika itu, ia membuktikan keberan teori Galileo usai menjatuhkan sebuah palu yang menghantam permukaan Bulan.

Apollo 16
John W. Young menjadi komandan misi Apollo 16 bersama Charles M. Duke, dan Thomas K. Mattingly II sebagai pilot modul Bulan untuk misi Apollo 16 ketika diluncurkan pada 16 April 1972 dari Florida, AS.

Ketiganya memanfaatkan rover yang sempat dipakai pada misi Apolllo 15 dan berhasil mengumpulkan 94 kilogram sampel dari permukaan Bulan. Hanya saja, rover sempat bermasalah sehingga mengharuskan ketiganya memangkas sehari waktu penerbangan.

Apollo 17
NASA mengerahkan Eugene A. Cernan sebagai komandan dan dua pilot yaitu Harrison H. Schmitt dan Ronald E. Evans untuk misi yang meluncur pada 7 Desember 1972.

Apollo 17 menjadi misi penjelajahan Bulan terlama dengan menempuh tiga perjalanan dengan durasi masing-masing lebih dari tujuh jam. Para astronaut berhasil membawa pulang 110 kilogram material untuk mengungkap lebih banyak fakta tentang Bulan.

Artemis 2024
Setelah lama vakum, NASA membuat kejutan dengan mengirimkan misi Artemis 2024 untuk mengulang sejarah pendaratan manusia ke Bulan. Nama Artemis diambil dari dewi bulan Yunani yang sekaligus saudara kembar Apollo.

Badan Administrator NASA mengungkapkan bahwa pihaknya berencana melibatkan astronaut perempuan untuk misi pendaratan berikutnya. Langkah ini sekaligus menjawab tantangan Presiden Trump untuk mendaratkan misi di kutub selatan Bulan.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)