Tak dipungkiri misi 'Star Wars' berhasil mendorong perkembangan teknologi hingga ke batas atas dan berperan besar untuk ilmu pengembangan antariksa. Setiap misi ekspolrasi bulan selalu menghasilkan penemuan baru.
Apollo 11 tercatat membawa sampel 22 kilogram material Bulan saat kembali ke Bumi. Mengutip Lunar and Planetary Institute, material ini terdiri dari 50 batuan, sampel tanah bulan, dan dua tabung berisi material dari dalam 'perut' Bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basalt
Basalt merupakan batuan yang dipadatkan dari lava cair. Di Bumi, basalt merupakan jenis batuan vulkanik yang umum ditemukan di tempat-tempat seperti Hawaii. Basalt memiliki ciri fisik berwarna abu-abu gelap.
Jejak pendaratan Neil Armstrong di Bulan. (Foto: REUTERS/NASA/Handout via Reuters) |
Kendati demikian, ada satu perbedaan basal yang ditemukan di Bumi dan Bulan. Basat di Bulan mengandung lebih banyak unsur titanium dibandingkan yang ada di Bumi.
Basalt yang ditemukan di situs pendaratan Apollo 11 berusia 3,6 hingga 3,9 miliar tahun dan terbentuk dari setidaknya dua sumber magma yang berbeda secara kimia.
Breksi
Breksi merupakan batuan yang tersusun dari fragmen batuan yang lebih tua. Sejak terbentuknya, Bulan telah dibombardir oleh banyak meteorit. Dampak ini telah memecah banyak batu menjadi fragmen-fragmen kecil.
Panas dan tekanan dari tumbukan meteorit terkadang memadukan pecahan-pecahan batu kecil menjadi batuan baru yang kemudian dinamakan breksi.
Fragmen-fragmen batuan dalam breksi dapat mencakup basalt maupun material dari dataran tinggi bulan. Dataran tinggi bulan terutama batuan berwarna terang yang dikenal sebagai anorthosite, yang terdiri dari mineral plagioklas.
Tahap ini dalam sejarah bulan dikenal sebagai 'magma ocean'. Anorthosite yang kaya akan plagioklas mengapung di atas samudera magma seperti gunung es di lautan Bumi.
Dilansir dari CNN, peneliti akan melakukan penelitian terhadap sampel yang dibawa pulang Apollo 11 untuk mencari tanda-tanda kehidupan.
Meskipun hasil penelitian tidak menunjukkan tidak percaya bahwa ada kehidupan di bulan, kemungkinan kehidupan di Bulan tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya.
Studi yang dilakukan di Ames dan Johnson Space Center di Houston, menunjukkan bahwa bulan tidak mendukung kehidupan. Studi tersebut adalah pertama kalinya NASA menggunakan sampel dari luar angkasa untuk mencari kehidupan di luar Bumi.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)
Jejak pendaratan Neil Armstrong di Bulan. (Foto: REUTERS/NASA/Handout via Reuters)