Aplikasi Umrah, Kominfo Berkilah Agar Tak Sekedar Jadi Pasar

CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 12:21 WIB
Aplikasi Umrah, Kominfo Berkilah Agar Tak Sekedar Jadi Pasar Ilustrasi (REUTERS/Henry Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjelaskan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan ekosistem digital perjalanan umrah perlu dilakukan. Kerja sama ini dilakukan untuk mencegah Indonesia agar tak sekedar menjadi pasar perjalanan umrah.

Menkominfo Rudiantara mengatakan saat ini Arab Saudi sedang menargetkan penambahan 10 juta jemaah umrah. Untuk itu mereka gencar melakukan pengembangan ekosistem bisnis digital penyelenggaraan perjalanan umrah.

"Saya ingin amankan 10 tahun kita dulu. Ini Arab Saudi saya lihat dia dengan mudah telepon siapapun yang punya aplikasi besar di dunia," kata Rudiantara saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Senin (22/7).


Oleh karena itu, Arab Saudi terbuka untuk kerja sama dengan pihak mana pun yang memiliki teknologi. Keterbukaan ini harus diamankan oleh Indonesia apabila tidak ingin menjadi pasar penyelenggara perjalanan umrah.

"Mereka dengan mudah 'tolong bikinkan aplikasi umroh saya' (ke perusahaan di luar Indonesia) . Kalau begitu Indonesia akan menjadi pasar. Itu yang saya tidak mau," katanya.

Apalagi Indonesia memegang pangsa pasar umrah terbesar di negara itu. Menurut Rudi, jemaah umrah Indonesia merepresentasikan 10 persen dari total jemaah umrah di Saudi. Sehingga, agar menjadi pemain di negeri sendiri, maka kerja sama perlu dilakukan.

"Saya tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar, dari aplikasi yang dikembangkan secara internasional. Karena kalau misalkan kita dapat tawaran misalkan dari aplikasi internasional terus bisa apa kita," kata Rudiantara.

Ia menyampaikan agar Indonesia kalah langkah dari aplikasi besar lainnya. Ia lantas mencontohkan akan menjadi peluang yang sia-sia jika nantinya Arab Saudi malah meminta Facebook untuk membuat layanan aplikasi umrah ini.

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salam (MbS) menargetkan pada 2030, jumlah jemaah umrah meningkat menjadi 30 juta.

Hingga saat ini, pengembangan ekosistem digital perjalanan umrah yang dilakukan Tokopedia dan Traveloka memang masih abu-abu. Akan tetapi, Rudiantara menjanjikan akan membahas aplikasi ini dalam setahun ke depan. Ia menggambarkan aplikasi umrah tersebut mencakup informasi dan pilihan layanan transportasi hingga penginapan selama perjalanan umrah. (jnp/eks)