"Tokopedia selalu mengawasi dan menindak tegas pihak yang memanfaatkan platform Tokopedia untuk melakukan segala bentuk tindakan yang melawan hukum," ujar VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (23/7).
Nuraini menjelaskan pihaknya selalu mengembangkan sistem dan sarana pendukung untuk mencegah penipuan cashback di Tokopedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Tokopedia enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai sistem yang tengah dikembangkan oleh platform e-commercenya itu.
Para pelaku diduga melakukan pembelian voucer Indomaret dengan nominal Rp1 juta dan dijual Rp1.010.000 di Tokopedia. Penjual menggunakan akun Mr Crab milik tersangka S. Dari situ, S mendapatkan keuntungan 10 ribu sedangkan ketiga pelaku lainnya mendapatkan keuntungan cashback 10 persen dari nilai voucer atau sebesar Rp100 ribu.
"Kami menghargai proses hukum yang saat ini masih berjalan dan belum ada informasi lanjutan yang dapat kami bagikan," kata Nuraini.
Pada Mei lalu ketika Tokopedia menggelar cashback pada ulang tahun platformnya. Sempat beredar pesan berantai di WhatsApp yang memperingatkan agar pengguna tidak melakukan kecurangan promosi cashback.
"Tokped lagi gencar buat menangkap penipuan-penipuan CB (cashback). Temen saya ada yang mulai kena terutama di Jakarta, disuruh bawa pengacara buat mediasi, dipolisikan dan ditindak pidana," tulis pesan berantai tersebut.
Sementara dari sisi pembeli, pembelian dengan nominal yang sama terus menerus, menggunakan ponsel berbeda, melakukan pengiriman palsu, disebutkan akan dicurigai oleh Tokopedia.
Tak hanya penipuan lewat cashback, nyatanya ada penipuan lewat poin ojek online. Penipuan tersebut terungkap dari salah satu cuitan berikut.
[Gambas:Twitter] (jnp/eks)