FOTO: Planetarium Terhambat Teknologi Usang

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Sabtu, 27/07/2019 19:51 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Planetarium yang didirikan sejak 1996 mulai terhambat oleh suku cadang sejumlah peralatan yang dimakan usia. Sebagian bahkan sudah usang dan tak pernah diganti.

Wahana ilmu pengetahuan astronomi Planetarium Jakarta didirikan sejak 1996 mulai terhambat oleh suku cadang sejumlah peralatan yang termakan usia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sebagian alat di Planetarium Jakarta belum pernah diganti, padahal usia pakainya sudah mencapai 15 tahun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sejumlah komponen utama seperti lampu, dimmer, Digital Servo Module (DSM) yang digunakan star ball memproyeksikan aktivitas astronomi sudah tidak memiliki suku cadang pengganti. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pihak pabrikan yang memproduksi alat tersebut telah menarik layanan pengadaan dan perawatan suku cadang sejak 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Saat ini terdapat delapan teknisi Planetarium dan Observatorium Jakarta yang terus merawat sendiri dan mencari suku cadang lain yang bisa dipergunakan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kondisi tersebut memaksa pihak pengelola untuk mengurangi durasi pertunjukan, dari tujuh kali dalam sehari pada 2014 menjadi hanya dua pertunjukan per harinya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pengurangan durasi pemutaran dilakukan demi menjaga peralatan yang masih hidup agar dapat terus digunakan. Sebelumnya sempat terjadi kerusakan yang menyebabkan batalnya pertunjukan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kondisi suku cadang yang lawas tidak lagi sanggup menahan beban pertunjukan normal yakni tujuh kali sehari. Pihak pengelola berinisiatif memberikan waktu istirahat yang lebih panjang bagi peralatannya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pihak Pemprov DKI Jakarta melalui Jakpro akan memulai revitalisasi Planetariun dan Observatorium Jakarta pada tahun 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)