Hal ini disampaikan Alfons terkait dengan temuan dari pegiat keamanan siber Niko Lintang terhadap sebuah aplikasi pinjol. Aplikasi ini sama sekali tidak melindungi basis data pengguna mereka, sehingga pihak ketiga bisa dengan mudah mengakses, menyalin, bahkan memodifikasi data tersebut. Data yang bisa dilihat adalah nomor NIK, KK, hingga foto diri pengguna.
Alfons menjelaskan aplikasi template adalah aplikasi yang membuat pengembang tak perlu membuat aplikasi dari nol. Pengembang tinggal menggunakan aplikasi yang sudah selesai dibuat dan mengubah nama, logo, tema, tampilan, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu kerugian menggunakan aplikasi template adalah pengguna harus menerima aplikasi ini apa adanya. Sekali master template mengandung kelemahan sekuriti, maka semua aplikasi yang menggunakan master template tersebut akan mengandung celah keamanan yang sama dan dengan mudah dieksploitasi," kata dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (30/7).
Oleh karena itu aplikasi template ini sesungguhnya mendukung peredaran aplikasi peminjaman online ilegal. Meskipun pemerintah telah aktif melakukan pemblokiran, aplikasi pinjol terus menjamur.
"Sekali di tutup atau blokir oleh pemerintah, perusahaan akan rugi karena balik modal membangun aplikasi baru cukup lama. Pilihan terbaik adalah menggunakan aplikasi template di mana setiap kali ditutup, perusahaan tinggal membuat aplikasi baru dengan hanya merubah logo, tema, warna, rekening dan alamat," ujar Alfons.
"Lalu dalam bilangan hari sudah menjadi aplikasi pinjol baru dan menjalankan aktivitas lagi di Play Store. Sehingga jika aplikasi diblokir atau ditutup, dalam waktu yang sangat singkat aplikasi pengganti dengan nama dan logo yang berbeda sudah dapat berjalan kembali," katanya.
Sebelumnya, penggiat IT Niko Tidar Lantang Perkasa membongkar sebuah aplikasi peminjaman online (pinjol) tak isa menjaga kerahasiaan data pribadi pengguna.
"Celakanya, data didapatkannya tidak dilindungi dengan baik sehingga banyak informasi yang cukup sensitif yang dapat diakses dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan," kata Alfons.
Alfons menjelaskan aplikasi yang diincar oleh aplikasi pinjol ini disarankan harus terus memonitor akses terhadap data penggunanya. Selain itu diharapkan, aplikasi yang diincar bisa melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi penyalahgunaan data.
"Kembali jawabannya adalah: Security is a process (keamanan siber adalah proses)." (eks)