Jajaran Teknologi Canggih Pendukung Ibadah Haji

CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 11:26 WIB
Jajaran Teknologi Canggih Pendukung Ibadah Haji Untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah Arab Saudi menyiapkan berbagai teknologi canggih. (AFP PHOTO / Bandar Al-DANDANI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap tahunnya, jutaan umat Islam dari seluruh dunia tiba di Arab Saudi untuk memenuhi salah satu dari lima rukun Islam, yakni ibadah haji.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan sepanjang dan setelah periode musim haji, asisten profesor ilmu komputer di Institut Administrasi Publik, Arab Saudi, Khalid Majrashi menyebutkan beberapa keluhan-keluhan utama yang dirasakan para jemaah.

Antara lain kurang akuratnya data, masalah dengan koneksi jaringan, serta kurangnya manajemen keramaian sehingga menyebabkan penumpukan jemaah di satu titik.


Pemerintah, baik Arab Saudi maupun Indonesia, selama beberapa tahun terakhir telah melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan pelayanan dan keselamatan para jemaah haji. Dalam hal ini, teknologi turut mengambil peran.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan serangkaian layanan elektronik seperti catatan kesehatan digital yang memungkinkan otoritas haji untuk memindai latar belakang jemaah sebelum kedatangan mereka di Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah juga meluncurkan aplikasi The Manasikana yang dapat memandu jemaah untuk melakukan setiap kegiatan ibadah haji. Selain layanan-layanan tersebut, berikut teknologi-teknologi pendukung penyelenggaraan haji lainnya guna mengatasi berbagai permasalahan yang kerap dialami jemaah.

1. Aplikasi Haji Pintar

Teknologi Canggih Pendukung Penyelenggaraan Ibadah Haji [EBG]Ilustrasi. Aplikasi yang diluncurkan Kemenag ini memberikan kemudahan bagi jemaah, keluarga, dan masyarakat untuk mencari informasi seputar penyelenggaraan ibadah haji (Foto: AJEL/Pixabay)

Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan aplikasi Haji Pintar guna memudahkan para jemaah haji asal Indonesia saat beribadah. Aplikasi yang dibuat pada 2016 ini baru tersedia di PlayStore.

Aplikasi Haji Pintar menyediakan informasi seputar penyelenggaraan ibadah haji, seperti jadwal kegiatan ibadah haji. Mulai dari masuk asrama haji hingga kembali ke tanah air; tuntunan manasik haji dan umrah disertai dengan doa-doa; informasi peta lokasi dan rute ke pemondokan; informasi menu makan pagi, siang, dan malam; informasi mengenai transportasi dilengkapi dengan rute dan waktu operasional bus; informasi cuaca; jadwal penerbangan; jadwal salat; hingga nilai tukar rupiah.

Selain menyediakan layanan informasi, Aplikasi Haji Pintar juga menyediakan menu yang memungkinkan penggunanya untuk menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia ataupun sebaliknya.



2. Payung lipat raksasa

[Gambas:Youtube]

Untuk melindungi para jamaah haji dari panas dan teriknya matahari, pemerintah Arab Saudi memasang payung lipat raksasa di halaman Masjid Nabawi. Payung ini berukuran 53x53 meter yang menjadikannya payung terbesar di dunia.

Komandan pasukan penanggung jawab keamanan masjid Mayor Jenderal Mohammed Al-Ahmadi mengatakan suhu di dalam masjid cukup rendah karena AC, tetapi payung akan menambah kenyamanan bagi para jemaah haji saat berada di halaman masjid.

Payung yang dirancang oleh arsitek Jerman Mahmoud Bodo Rasch itu dikendalikan secara otomatis. Payung akan menutup dan membuka sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yakni akan terbuka setelah salat subuh dan menutup sebelum salat maghrib.

Pita biru yang terdapat pada pinggiran payung tidak hanya berfungsi sebagai pemanis, tetapi juga berfungsi untuk menurunkan suhu di bawahnya hingga 8 derajat celsius.

3. Aplikasi penerjemah bahasa dengan QR code

Teknologi Canggih Pendukung Penyelenggaraan Ibadah Haji [EBG]Ilustrasi. Jemaah dimudahkan dengan adanya scan QR code untuk mentranslasi tulisan berbahasa Arab ke bahasa masing-masing (Foto: Istockphoto/manfeiyang)

Melihat banyak jamaah haji yang berasal dari berbagai penjuru dunia, membuat aplikasi alih bahasa sangat dibutuhkan. Untuk memudahkan para jemaah haji dari luar Saudi dapat memahami petunjuk berbahasa Arab yang ada di papan, diciptakanlah aplikasi untuk membantu para jemaah menerjemahkan papan dengan QR code.

Aplikasi ini membantu para jemaah menerjemahkan papan tanpa harus terhubung ke internet, tetapi papan tersebut harus ditambahkan QR code supaya dapat dipindai oleh aplikasi. Kemudian aplikasi segera menerjemahkan tulisan yang ada di papan ke bahasa yang dipilih pengguna.

Aplikasi ini pertama kali muncul dalam Haji Hackaton, kompetisi untuk mendapatkan solusi paling efektif dalam menuntaskan masalah ibadah haji dengan memanfaatkan teknologi, kreativitas, dan inovasi. Aplikasi penerjemah bahasa ini mendapatkan peringkat pertama dalam Haji Hackaton.


4. Kapsul tidur

[Gambas:Youtube]

Sejak musim haji 2018, pemerintah Arab Saudi memperkenalkan kapsul tidur yang tersedia di Kota Mina. Sebuah badan amal Saudi menyediakan 18 hingga 24 kapsul tidur untuk para jemaah haji, khususnya bagi lansia, secara gratis.

Setiap kapsul memiliki panjang kurang dari 3 meter dan tinggi lebih dari 1 meter yang terbuat dari plastik dan fiberglass; serta dilengkapi dengan kasur, AC, dan cermin. Meski ditempatkan saling bersebelahan, kapsul tidur dilengkapi pintu dengan akses kartu magnetik untuk buka-tutup sehingga keamanan dan privasi tetap terjaga.

5. Aplikasi pencarian orang hilang

Teknologi Canggih Pendukung Penyelenggaraan Ibadah Haji [EBG]Ilustrasi. Aplikasi pencarian orang hilang memanfaatkan teknologi facial recognition (Foto: dok. Screenshoot Apple.com)

Saat musim haji tiba, jutaan umat muslim dari seluruh dunia berkumpul di Mekah. Bisa dibayangkan bahwa kondisi yang padat itu berpotensi tinggi terjadi kasus orang hilang dan tersesat.

Inilah alasan diciptakan aplikasi pencarian orang hilang untuk memudahkan keluarga mencari kerabatnya yang beribadah haji. Jemaah haji dapat membagikan lokasinya kepada seluruh anggota keluarga. Aplikasi ini juga memungkinkan seseorang untuk menemukan orang yang ia cari lewat foto orang lain karena dibekali teknologi pengenal wajah atau facial recognition system.

Untuk memaksimalkan aplikasi dan teknologi yang telah dibuat, pemerintah Arab Saudi telah memperkuat infrastruktur internet di dalam dan sekitar Mekah dengan menempatkan 3.000 antena seluler untuk meningkatkan sinyal 4G. Mereka juga menyediakan jaringan wi-fi dengan jangkauan yang cukup luas untuk para jemaah.

Nah, dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut di atas, para jemaah haji kini tak perlu lagi khawatir menghadapi berbagai kesusahan, kehilangan barang, tersesat, dan lainnya. Selain memudahkan, semoga ibadah haji Anda semua lancar dan mabrur, ya. (che/fef)