Namun, Microsoft menegaskan jika kemampuan terebut dilakukan untuk mengasah kemampuan fitur penerjemah suara Skype dan Cortana. Pernyataan ini sekaligus menjawab pemberitaan media mengenai teknologi yang bisa mendengarkan percakapan pengguna, hingga ke hal pribadi.
"Microsoft mengumpulkan data suara untuk menyediakan dan meningkatkan kemampuan perintah suara, termasuk pencarian, perintah suara, ejaan atau layanan penerjemah," ungkap perusahaan yang berbasis di Redmond, Washington, AS ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilaporkan AFP, Microsoft menyatakan selalu mendapatkan izin dari pengguna sebelum mengumpulkan data suara mereka sebelum dibagikan kepada pihak ketiga.
"Kami terus menerus melakukan ulasan terkait cara mengelola data suara untuk memastikan kami membuat keputusan terbaik untuk pengguna dan menyediakan perlindungan privasi yang memadai."
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)