Astronaut Bakal Kenakan Baju 'Baru' untuk Misi ke Bulan

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 06:59 WIB
Astronaut Bakal Kenakan Baju 'Baru' untuk Misi ke Bulan Ilustrasi (NASA/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak perusahaan United Technologies Corp, yakni Collins Aerospace Systems bersama ILC Dover mengungkap baju prototipe astronaut Amerika yang dirancang untuk misi NASA ke Bulan dan Mars.

Dilansir laman resmi Collins Aerospace, baju luar angkasa terbaru ini merupakan bagian dari sistem Space Suit Next Generation. Baju ini dirancang menggunakan teknologi penghilangan karbon dioksida yang terus diperbarui.

Teknologi terobosan itu memungkinkan untuk menjalankan misi berdurasi panjang dan secara signifikan mengurangi waktu perawatan kru astronaut.


Selain itu, struktur batang atas baju disematkan fitur canggih yang memungkinkan astronaut antropometrik yang lebih besar untuk memiliki kecocokan optimal hanya dalam dua ukuran.

"Bersama-sama kita memiliki sejarah yang kaya dalam memajukan penjelajahan ruang angkasa dan ketika kita merayakan ulang tahun ke-50 tahun misi Apollo 11, kita sudah mulai menulis bab berikutnya [untuk menciptakan baju ruang angkasa baru]," kata Presiden ISR & Space Solutions Collins Aerospace, Gail Baker.

"Bersama-sama kita [Collins Aerospace System dan ILC Dover] akan kembali ke Bulan dan Mars."

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence resmi mengumumkan roket Orion untuk misi program Artemis 1 yang akan membawa astronaut Amerika ke Bulan tahun 2024 telah siap digunakan.

Misi Artemis 1 sendiri akan meluncurkan roket Orion dan Space Launch System (SLS) di sekitar Bulan untuk menguji sistem dan membuka jalan untuk mendaratkan manusia untuk pertama kali ke planet Mars di masa depan.

Untuk mewujudkan pendaratan manusia kembali ke Bulan, NASA membutuhkan dana sekitar US$20 miliar hingga US$30 miliar atau sekitar Rp287 triliun hingga Rp430 triliun.

Sejauh ini, NASA secara resmi hanya meminta tambahan US$1,6 miliar untuk Artemis, yang digambarkan NASA sebagai 'uang muka' untuk keseluruhan program.

Di sisi lain beberapa orang khawatir bahwa NASA pada akhirnya akan mengalihkan dana dari program-program lainnya, yang meliputi misi eksplorasi robot, ilmu bumi dan studi iklim dan penelitian ilmuwan penting lainnya.

[Gambas:Video CNN] (din/eks)