Ilmuwan Sebut Masyarakat Indonesia Masih 'Alergi' Nuklir

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 19:59 WIB
Ilmuwan Sebut Masyarakat Indonesia Masih 'Alergi' Nuklir Ilustrasi reaktor nuklir (REUTERS/Gleb Garanich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan Fisika Indonesia, Terry Mart menyebut saat ini masyarakat Indonesia masih alergi ketika mendengar kata nuklir. Sebab, teknologi nuklir diidentikan sebagai peristiwa pengeboman yang terjadi di kota Hiroshima, Jepang pada 1945 lalu.

"Memang masyarakat Indonesia masih alergi kalau dengar nuklir misal "wah bahaya nih, Hiroshima kan bom nuklir". Tapi di satu sisi masyarakat belum banyak yang tahu kalau kita sudah punya 3 reaktor nuklir. Meskipun cuma buat riset, tapi energinya sudah cukup tinggi," kata Terry kepada awak media di kantor LIPI, Jakarta, Kamis (22/8).

Tiga reaktor nuklir milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Indonesia berada di Bandung, Yogyakarta, dan Serpong. 


Reaktor untuk riset itu dimanfaatkan perguruan tinggi sebanyak 50 persen, kesehatan 30 persen, dan sisanya dimanfaatkan oleh industri.

Ditanya apakah mungkin masyarakat Indonesia bisa menerima energi nuklir? Terry mengatakan kemungkinan besar bisa diterima kalau masyarakat sudah merasa nyaman dan aman soal nuklir.

"Ya mungkin saja, dua hal tadi masyarakatnya sudah aman dan nyaman tidak ada penolakan. Namun secara pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia itu saya kira enggak punya yang langsung komersial," jelasnya.

Selain itu Terry menilai pemanfaatan teknologi sains di Indonesia juga belum mumpuni. Sehingga, hingga saat ini pemerintah masih mengandalkan teknologi sains yang dibeli dari luar.

"Misalnya untuk pembangkit listrik tenaga air, uap, dan turbin kita beli juga. Teknologi yang kita punya di dalam negeri belum mumpuni untuk menghasilkan sendiri," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Terry Mart diberikan penghargaan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atas dedikasi yang tinggi dan konsisten dalam bidang ilmu Fisika Partikel Kaon. Partikel Kaon adalah bagian dari pentaquark (lima quark) yang menyusun proton dan neutron. Salah satu dari kelima quark ini adalah partikel Kaon atau dikenal juga sebagai partikel aneh.

Beberapa penghargaan yang diterima oleh sosok kelahiran Palembang, 3 Maret 1965 ini adalah Penghargaan Habibie Award tahun 2001, Dosen berprestasi III UI 2004, Leading Scientist dari COMSTECH (organisasi konferensi Islam) 2008, Ganesa Widya Jasa Adiutama dari ITB 2009, Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari Departemen Pendidikan Nasional 2009, Oustanding Southeast Asian Scientists dari SEA-EU-NET 2009, dan masih banyak lagi. (din/eks)