Aksi demonstrasi yang bertajuk "#Nyalakanlagi" menuntut agar Kemenkominfo membuka akses internet yang telah ditutup sejak Rabu (21/8).
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, massa telah berkumpul di depan Kemenkominfo sejak pukul 14.40 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spanduk lainnya berisi tulisan "Blokir Layanan Data Melanggar Hak Warga Negara Untuk Akses Informasi."
"Sangat tidak adil dan diskriminatif kalau Papua dan Papua Barat mereka berada pada kegelapan informasi akibat keputusan sepihak pemeirntah untuk melakukan throttling pada Senin sampai Selasa. Rabu hingga saat ini (Jumat) jam 13.00 WIT jaringan internet masih padam," kata Damar saat berorasi di depan gedung Kemenkominfo, Jumat (23/8).
"Personel sekitar 90an. Dari jajaran Polda Metro Jaya, Polres Jakpus, Polsek Gambir," kata Wiraga di lapangan.
Massa mulai masuk ke gedung pada pikul 15.15 WIB untuk menyerahkan somasi dan petisi. Petisi diklaim telah ditandatangani delapan ribu orang.
Organisasi yang ikut dalam aksi ini adalah SAFEnet, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Amnesty International Indonesia, Yayasan Pusaka, Asia Justice and Rights (AJAR), ELSAM, Protection International Indonesia, YLBHI, LBH Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), LBH Pers, Yayasan Satu Keadilan, Federasi KontraS, UNIPA Manokwari, WALHI, Papua Itu Kita, Vivat Indonesia, Greenpeace.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)