LIPI Ingatkan Karhutla Tetap 'Hantui' Pulau Kalimantan

CNN Indonesia | Selasa, 27/08/2019 09:45 WIB
LIPI Ingatkan Karhutla Tetap 'Hantui' Pulau Kalimantan Ilustrasi karhutla. (ANTARA FOTO / Mushaful Imam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan soal tingginya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. Hal ini diungkap terkait rencana pemerintah untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan Timur.

"Kebakaran karena di situ ada banyak (tambang) batu bara lalu ladang gambut. Kalau terkena panas matahari itu [gambut] malah bisa terbakar sendiri," kata Danny saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (26/8).

Sebelumnya, LIPI menyebut wilayah Kalimantan Timur berpotensi gempa paling tinggi di antara wilayah Kalimantan lainnya. Terutama kawasan sebelah selatan kota Samarinda.


Lahan gambut kerap menjadi pemicu dan menyebabkan durasi kebakaran hutan. Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut ketika memasuki musim kering, gambut akan mengering sehingga risiko kebakaran naik. Komposisi gambut dari bahan bakar sisa tumbuhan pun sampai di bawah permukaan, sehingga membuat api di lahan gambut mudah menjalar.

Tak hanya mudah terbakar, api dalam lahan gambut pun sulit dipadamkan sehingga kebakaran bisa berlangsung lama.

Gambut di hutan sebenarnya memiliki fungsi pengaturan air. Jika rusak, maka tidak akan ada area serapan air saat musim penghujan tiba sehingga menyebabkan banjir di wilayah tersebut.

Sementara kebakaran gambut bisa menimbulkan kerugian ekonomi, hilangnya aset, korban jiwa, dan menimbulkan berbagai penyakit pernapasan.

Kebakaran hutan juga bisa menyebabkan hilangnya spesies dan keragaman hayati, erosi, alih fungsi hutan, menurunnya kualitas air, dan masalah lingkungan lain.

Sementara itu, Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menjalankan pembasahan lahan gambut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran gambut jika terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan menetapkan enam provinsi dalam kondisi darurat untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini.

Enam dari tiga provinsi itu antara lain berada di Pulau Kalimantan, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Sebab tiga provinsi ini memiliki lahan gambut yang cukup luas. (din/eks)