Tetap Demo, Ojol Sengaja Kasih Efek Jera Bos Taksi Malaysia

ray, CNN Indonesia | Rabu, 28/08/2019 16:18 WIB
Tetap Demo, Ojol Sengaja Kasih Efek Jera Bos Taksi Malaysia Pengemudi ojek online. (Foto: Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa ojek online bakal tetap menggelar aksi demo di Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta meski pemilik perusahaan taksi Big Blue asal Malaysia, Shamsubahrin Ismail telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menghina Indonesia dan Gojek.

Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan pihaknya bakal menggelar aksi demo pada Jumat (30/8). Agenda ini maju setelah sebelumnya menyatakan bakal melakukan protes pada Selasa (3/9).

Igun sebelumnya menyebut 10 ribu massa pengemudi ojek online dari beragam daerah di Indonesia siap untuk melakukan unjuk rasa di Kedubes Malaysia.


Menurut Igun aksi yang digelar agar pemilik Big Blue Taxi Services itu mendapat efek jera.

"Untuk sementara kami tetap lanjut (demo di depan Kedubes Malaysia)," kata Igun saat dihubungi via telepon, Rabu (28/8).

"Agar tidak terulang lagi sembarangan bicara mengenai Indonesia," ucap kemudian.

Shamsubahrin Ismail, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, seperti dilansir Malay Mail, Rabu (28/8).

Dijelaskan Igun, pihaknya ingin agar Shamsubahrin menyatakan permohonan maaf dengan siaran langsung (dalam siaran televisi) dan itu ditujukan kepada seluruh rakyat dan pengemudi ojek online Indonesia.

"Tuntutannya agar tidak ada terulang lagi hal yang sama. Maka kami mohon agar pernyataan maaf dilakukan secara siaran langsung ditujukan kepada Rakyat Indonesia dan ojek online Indonesia," ujar Igun.

Shamsubahrin telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyulut kecaman di Indonesia. Sebelumnya Shamsubahrin menolak keras kehadiran ojek online (Gojek) di Malaysia dan menyebut pekerjaan itu hanya cocok buat masyarakat miskin di Indonesia.

"Saya minta maaf atas pernyataan saya yang menyatakan Indonesia miskin. Indonesia selalu di hati saya, termasuk para penduduknya," kata Shamsubahrin.

"Saya mendapat sejumlah pesan yang masuk ke ponsel dari rekan-rekan di Indonesia, dan juga pengemudi Gojek. Kebetulan saya ada di dalam grup WhatsApp pengemudi Gojek dan Grab. Saya harap tidak ada demonstrasi dan hubungan negara tetap baik," ucap Shamsubahrin kemudian. (ryh/mik)