Massa Ojek Online Batal Demo di Kedubes Malaysia

ryh, CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 18:07 WIB
Massa Ojek Online Batal Demo di Kedubes Malaysia I Gun Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia merespon permintaan maaf dari Shamsubahrin di depan Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Jumat (30/8). (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa ojek online (ojol) batal melangsungkan unjuk rasa di Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia pada Jumat (30/8). Kendati batal, inisiator unjuk rasa, Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, tetap mendatangi Kedubes Malaysia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan bertemu perwakilan.

Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono menyampaikan ada enam poin yang ia bacakan di hadapan perwakilan Kedubes Malaysia. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 60 menit secara tertutup.

"Kami menyatakan sikap setelah akhirnya pemilik perusahaan taksi Big Blue Shamsubahrin Ismail meminta maaf," kata Igun di depan Kedubes Malaysia.

Igun menjelaskan poin pertama, dia mengatakan pihaknya yang mengatasnamakan ojol dari Garda Indonesia menerima permintaan maaf Shamsubahrin. Menurut dia, Shamsubahrin sudah dengan bijaksana mengakui kekhilafannya.


"Kedua kami memperingatkan Datuk Shamsubahrin agar tidak mengulangi kesilapannya," ucap dia.

Poin ketiga, kata Igun, pihaknya meminta Shamsubahrin datang ke Kedubes Indonesia di Malaysia untuk berjabat tangan dengan Duta Besar Indonesia karena sudah menyinggung masyarakat Tanah Air akibat perkataannya.

Poin keempat, untuk menjaga silaturahmi antar keduabelah negara, maka ia menganggap kasus ini selesai. Dia berharap tidak adal agi pihak yang memperpanjang masalah ini.

Poin kelima, Igun mengucapkan terimakasih kepada Dubes Malaysia dan pihak lain yang sudah membantu menyelesaikan masalah yang dibuat Shamsubahrin karena berujung kecaman masyakat di Indonesia.

"Terakhir kami juga mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh
masyarakat dan ojol di Indonesia yang bijaksana menyikapi masalah ini sehingga Shamsubahrin meminta maaf secara terbuka kepada Indonesia," kata Igun.

Shamsubahrin diketahui merupakan pihak yang menolak keras kehadiran perusahaan transportasi asal Indonesia, Gojek, beroperasi di Malaysia. Komentar saat berpendapat terekam kamera media setempat dan cuplikannya viral di Indonesia.

"Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta, di Thailand, India, di Kamboja," kata Shamsubahrin.

Beberapa hari setelah video itu viral Shamsubahrin menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyulut kecaman di Tanah Air.

"Saya minta maaf atas pernyataan saya yang menyatakan Indonesia miskin. Indonesia selalu di hati saya, termasuk para penduduknya," kata Shamsubahrin. (fea)