Alasan Massa Ojek Online Batal Demo di Kedubes Malaysia

ryh, CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 19:47 WIB
Alasan Massa Ojek Online Batal Demo di Kedubes Malaysia I Gun Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia merespon permintaan maaf dari Shamsubahrin di depan Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Jumat (30/8). (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa ojek online (ojol) yang sempat diagendakan mencapai 10 ribu orang mengepung Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia batal hadir. Di sekitar Kedubes Malaysia pada pada Jumat (30/8), hanya puluhan orang beratribut ojol yang terlihat datang ke lokasi.

Unjuk rasa awalnya direncanakan terjadi pada 3 September, aksi ini didasari ketersinggungan pernyataan perusahaan taksi Big Blue Shamsubahrin Ismail yang terekam video mengatakan, "Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta, di Thailand, India, di Kamboja".

Shamsubahrin merupakan pihak yang menolak keras kehadiran Gojek di Malaysia. Pekan lalu Gojek mengaku sudah mendapatkan lampu hijau beroperasi di Malaysia setelah bertemu dengan pemerintah setempat.


Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, kumpulan para ojol di dalam negeri, menyatakan memprotes pernyataan Shamsubahrin yang disebut merendahkan martabat bangsa Indonesia, terutama profesi ojol.

Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono sempat mengatakan bakal mengerahkan 10 ribu orang untuk melakukan demonstrasi di Kedubes Malaysia. Namun ketegangan sempat mereda setelah Shamsubahrin meminta maaf di hadapan media Malaysia.

"Saya minta maaf atas pernyataan saya yang menyatakan Indonesia miskin. Indonesia selalu di hati saya, termasuk para penduduknya," kata Shamsubahrin.

Igun mengatakan demonstrasi tetap dilakukan meski Shamsubahrin sudah meminta maaf, jadwalnya diubah menjadi lebih cepat, yakni pada hari ini. Meski begitu dia bilang jumlah massa menurun menjadi ratusan orang.

Tidak Jadi Demonstrasi

Puluhan orang mendatangi Kedubes Malaysia pada hari ini, sebagian dari mereka bertemu dengan perwakilan konsulat.

Igun menjelaskan pihaknya tidak membawa massa dalam jumlah banyak bukan karena tak mendapat izin dari pemangku kepentingan. Menurut dia hal itu urung dilakukan karena tensi sudah menurun setelah Shamsubahrin meminta maaf.

Igun memastikan sudah banyak ojol dari berbagai daerah yang menyatakan siap bersama-sama menyerbu Kedubes Malaysia hari ini.

"Demo kan bukan izin tapi cukup surat pemberitahuan kepada kepolisian, dan kami sudah komunikasi bahwa sudah ada pernyataan maaf dari Malaysia," kata Igun di Kedubes Malaysia.

Igun menuturkan Garda berusaha meredam gejolak massa, demonstrasi disebut tidak perlu dilakukan.

"Karena sudah meminta maaf juga maka Garda akhirnya meredam massa agar tidak timbul kisruh yang khawatir merembet ke masalah dua negara," kata Igun. (fea)