Ponsel Anyar Huawei Tak Dilengkapi Play Store, Youtube, Maps

cnnindonesia, CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 12:46 WIB
Ponsel Anyar Huawei Tak Dilengkapi Play Store, Youtube, Maps Ilustrasi (dok. Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ponsel anyar Huawei, Mate 30, akan meluncur dengan Android, namun minus aplikasi bawaan Google, seperti Google Play Store, Youtube, Gmail, atau Google Maps. Ini adalah ponsel pertama Huawei yang akan meluncur setelah Amerika Serikat menaruh Huawei pada daftar hitam pascaperang dagang.

Besar kemungkinan perusahaan pembuat perangkat telekomunikasi dan merek smartphone nomor dua dunia itu akan menggunakan sistem operasi Android versi open-source untuk Mate 30. Dengan demikian, ia tidak harus terganjal aksi blokir AS, seperti dilaporkan Reuters.

Sistem operasi Google yang kemungkinan akan disematkan pada Mate 30 hanya bisa digunakan di Eropa dengan lisensi berbayar, tapi tidak bisa digunakan di luar Eropa. Mate 30 sendiri rencananya akan meluncur di Munich, Jerman.


Diperkirakan tanpa kehadiran Android, daya tarik Huawei akan berkurang bagi pasar di luar China.

"Akan menjadi kesulitan besar bagi Huawei memasarkan Mate 30 kepada konsumen di Eropa," jelas Ben Stanton, analis senior dari firma riset Canalys. "Hilangnya layanan Google dari ponsel flagship belum pernah terjadi sebelumnya."

Juni lalu, AS menaruh nama Huawei dalam daftar hitam. Sehingga perusahaan teknologi asal AS dilarang menjual teknologi dan software mereka pada perusahaan China itu. Akibatnya, Huawei tak bisa membeli perangkat keras dari pemasok seperti Intel, Micron, atau Qualcomm.

Perusahaan ini juga tak bisa membeli lisensi software dari Google dan Microsoft. Huawei pun tak bisa mengakses berbagai layanan Google yang merupakan perusahaan AS. Terutama untuk produk-produk yang baru meluncur.

Juru bicara Google pun mengonfirmasi Mate 30 tidak akan dipasarkan dengan lisensi aplikasi dan layanan Google. Langkah tersebut ditempuh terkait larangan bisnis produk teknologi AS kepada Huawei.

Huawei sudah mengantisipasi pelarangan dagang ini dengan menyediakan setok. Namun, perusahaan itu kesulitan untuk menanggulangi masalah ketersediaan software.

Sebelumnya, perusahaan asal China itu telah mengamankan beberapa lisensi Google untuk beberapa ponsel yang meluncur sebelumnya. Namun, ketika Mate 30 belum masuk dalam daftar ketika larangan AS muncul, tulis CNN.

Meski sudah menyiapkan sistem operasi tandingan, HarmonyOS atau HongMeng. Namun, Huawei tetap menjadikan Android tetap menjadi pilihan utama perusahaan itu. (eks)