Peneliti keamanan siber mengatakan peretas memasang alat untuk memonitor aktivitas pengguna di ponsel.
Peneliti dari Volexity mencatat beberapa situs bisa menginfeksi Android dan iPhone yang kemudian meretas dan mengambil data yang terdapat di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Program Kebijakan Digital dan Cyberspace Adam Segal mengatakan, serangan serupa dapat dengan mudah menyerang ke kelompok lain. Praktik kejahatan siber sepertinya banyak dilancarkan untuk memata-matai suatu kelompok tertentu.
"Ini semua merupakan situs web yang luar, jadi Anda akan berharap bahwa kemampuan peretasan dapat melakukan hal yang sama pada pihak Taiwan atau situs web mahasiswa Hong Kong, atau situs web lain," kata Segal pada CNN.
China telah mendapat kecaman dari dunia internasional akibat sejumlah tindakan yang dilakukan pada etnis Uighur. Salah satunya adanya kebijakan penahanan etnis Uighur di kamp Xinjiang. Jutaan muslim Uighur telah ditahan oleh pemerintah China dengan tujuan untuk memberikan 'pelatihan vokasi serta menjauhkannya dari paham radikal'.
"Volexity percaya bahwa China terus meningkatkan upaya dan kecanggihan yang mereka lakukan untuk menargetkan kaum Uighur. Akibatnya, sangat penting bagi Uighur untuk mempertimbangkan ketika menggunakan komputer dan perangkat seluler mereka," jelas tim peneliti.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)