Retas iPhone dan Android, China Mata-matai Etnis Uighur

CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 20:39 WIB
Retas iPhone dan Android, China Mata-matai Etnis Uighur Muslim Uighur di Xinjiang. (Foto: Greg Baker / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China diketahui menggandeng peretas untuk memata-matai kelompok etnis minoritas Uighur lewat situs yang diakses melalui perangkat Android dan iPhone yang digunakan.

Peneliti keamanan siber mengatakan peretas memasang alat untuk memonitor aktivitas pengguna di ponsel.

Peneliti dari Volexity mencatat beberapa situs bisa menginfeksi Android dan iPhone yang kemudian meretas dan mengambil data yang terdapat di dalamnya.


Tim peneliti menemukan setidaknya 11 situs web Uigur maupun Turkistan Timur yang dimanfaatkan pemerintah China untuk mengambil data privasi masyarakat Uighur.

Hampir seluruhnya merupakan situs berita daring dan satu diantaranya merupakan situs akademi. Serangan ini disebut sebagai "Watering hole". 


Tak hanya mengancam keamanan etnis Uighur yang ada di Xinjiang, Volexity juga mengatakan ancaman spionase ini juga menyasar diaspora Uighur yang ada di seluruh dunia. 

Direktur Program Kebijakan Digital dan Cyberspace Adam Segal mengatakan, serangan serupa dapat dengan mudah menyerang ke kelompok lain. Praktik kejahatan siber sepertinya banyak dilancarkan untuk memata-matai suatu kelompok tertentu.

"Ini semua merupakan situs web yang luar, jadi Anda akan berharap bahwa kemampuan peretasan dapat melakukan hal yang sama pada pihak Taiwan atau situs web mahasiswa Hong Kong, atau situs web lain," kata Segal pada CNN.

Pengawasan digital seperti ini bukanlah yang pertama dilakukan China pada kelompok minoritas. Pada tahun 2014, umat Buddha Tibet, yang menjadi sasaran serangan spearphishing, memulai kampanye untuk menghindari penggunaan lampiran email.

China telah mendapat kecaman dari dunia internasional akibat sejumlah tindakan yang dilakukan pada etnis Uighur. Salah satunya adanya kebijakan penahanan etnis Uighur di kamp Xinjiang.

Jutaan muslim Uighur telah ditahan oleh pemerintah China dengan tujuan untuk memberikan 'pelatihan vokasi serta menjauhkannya dari paham radikal'.

"Volexity percaya bahwa China terus meningkatkan upaya dan kecanggihan yang mereka lakukan untuk menargetkan kaum Uighur. Akibatnya, sangat penting bagi Uighur untuk mempertimbangkan ketika menggunakan komputer dan perangkat seluler mereka," jelas tim peneliti.

[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)