Padahal operator harus mengeluarkan investasi lebih untuk pengadaan alat Equipment Identitiy Register (EIR) apabila aturan akan berlaku. Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan selama ini tidak pernah ada insentif dari pemerintah.
"Pernah ada insentif? Contohnya apa. Tuh tidak tahu jawabannya. Malah minta insentif, mimpi," ungkap Merza ditemui usai uji coba 5G di PT Smart, Tbk, Refinery di Marunda, Jakarta Utara, Senin (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, ia mengatakan pihaknya tidak akan meminta insentif. Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa investasi pengadaan Equipment Identity Registration (EIR) dan sistem blokir sangat besar.
Merza mengingatkan aturan IMEI tak hanya sekedar pemblokiran ponsel. Ia mengatakan perlindungan konsumen juga penting sebagai imbas pemblokiran ponsel.
"Kami hanya tahu disuruh memblokir, kita blokir. Kalau tidak disuruh memblokir ya kita tidak tak blokir. Jangan kami yang mendapat tugas yang harus menganalisa memblokir atau tidak," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)