Uji Coba 5G di Pabrik, Kecepatannya Capai 8,7 Gbps

CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 15:45 WIB
Uji Coba 5G di Pabrik, Kecepatannya Capai 8,7 Gbps Uji coba 5G Smartfren dilakukan dengan memantau pabrik dengan menggunakan perangkat VR(CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Smartfren, ZTE, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melaksanakan uji coba penerapan 5G di industri manufaktur. Pelaksanaan uji coba dilakukan di salah satu pabrik di Marunda, Jakarta Utara.

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys menjelaskan teknologi yang ditunjukkan dalam uji coba adalah dengan memasang kamera 360 derajat di jalur logistik pengiriman barang PT. Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk. Kamera ini terhubung dengan jaringan 5G dan menghubungkan tampilan kamera ke headset virtual reality secara real time (waktu sebenarnya).

Keseluruhan proses pengoperasian penyimpanan barang di pabrik ini telah dilakukan menggunakan robot. Dengan menggunakan headset VR, pengguna seolah berdiri di tempat kamera terpasang sehingga bisa langsung memantau area logistik.

"Bayangkan jika skala penerapannya lebih besar dan tidak hanya di sekitar lingkungan pabrik tetapi berbeda kota maka operator (pabrik) tidak perlu berada di lokasi untuk melakukan fungsi pemantauan sehingga lebih efisien," kata Merza di PT Smart, Tbk. Refinery di Marunda Jakarta Utara, Senin (19/8)


Merza mengatakan jika operator menemukan adanya kesalahan sistem di jalur logistik dan pengiriman tersebut, maka operator dapat meluncurkan drone pemantauan. Drone telah dilengkapi dengan kamera untuk menemukan masalah secara remote.

Peluncuran ini dilakukan untuk melihat lebih jelas di mana terjadinya masalah tanpa harus berada di lokasi dan menemukan penyelesaian atas masalah tersebut.

"Dengan demikian dapat meminimalisir kecelakaan kerja karena operator tidak perlu berada di lokasi tersebut," kata Merza.

CEO PT Smart, Tbk, Downstream Indonesia, Budiono Muljono mengatakan kehadiran teknologi 5G akan membuka banyak peluang meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Peningkatan produktivitas dan efisiensi ini terjadi melalui proses otomatisasi, proses pemantauan real-time, dan memungkinkan augmented reality (realitas tertambah) dengan adanya teknologi 5G.

"Saya yakin masih banyak lagi pengembangan-pengembangan baru yang akan muncul. Kami sangat senang dan menyambut baik teknologi 5G yang tentunya bagi kami akan menjadi elemen kunci dalam mencapai pengelolaan industri dengan otomasi dan dengan menggunakan pertukaran dan analisa data yang akurat," kata Budiono.

Secara umum, uji coba penerapan teknologi 5G ini menggunakan frekuensi khusus, yaitu 28 GHz. Saat uji coba 5G, kecepatan maksimal (peak throughput) mencapai 8,7 Gbps. (jnp/eks)