Penemu Foto Lubang Hitam Pertama Dihadiahi Rp42 M

Tim, CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 10:35 WIB
Penemu Foto Lubang Hitam Pertama Dihadiahi Rp42 M Foto pertama Black Hole. (Event Horizon Telescope Collaboration/Maunakea Observatories via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah ilmuwan yang berhasil mengabadikan foto black hole (lubang hitam) pertama mengantongi hadiah sebesar US$3 juta atau setara Rp42 miliar dari acara penghargaan tahunan yakni Oscar Sains.

Uang tunai itu dibagikan untuk 347 ilmuwan EHT (Event Horizon Telescope) yang terdiri dari 20 negara.

"Dengan menyinkronkan setiap teleskop menggunakan jaringan jam atom, tim menciptakan teleskop virtual sebesar Bumi. Salah satu target pertama mereka adalah lubang hitam supermasif di pusat galaksi Messier 87 dan massanya setara dengan 6,5 miliar matahari," kata Perwakilan Oscar Sains dikutip laman resminya.
"Kami senang mengumumkan bahwa kolaborasi @ehtelescope telah memenangkan hadiah untuk kategori fisika dasar. Selamat untuk seluruh tim di 60 lembaga dan 20 negara."


Sebelumnya, pada April lalu, Astronom resmi merilis foto pertama lubang hitam. Gambar inti gelap dengan lingkaran gas dan plasma berwarna oranye-api menunjukkan lubang hitam supermasif 50 juta tahun cahaya di galaksi yang dikenal sebagai M87.

Lubang hitam merupakan 'monster' yang melahap segala sesuatu yang ada di semesta. Lubang hitam selama ini dikaburkan oleh perisai gravitasi yang tidak dapat ditembus.
Astronom mengumumkan dalam konferensi pers simultan di Brussels, Shanghai, Tokyo, Washington, Santiago dan Taipei.

Pada April 2017, delapan teleskop radio yang tersebar di seluruh dunia --di Hawaii, Arizona, Spanyol, Meksiko, Chili, dan Kutub Selatan-- diprogram untuk merekam data dua lubang hitam di dua sudut semesta untuk mengumpulkan data.

Lubang hitam itu memiliki massa empat juta kali lebih berat ketimbang matahari, yang berarti lubang hitam memiliki diameter 44 juta kilometer.

Angka itu terdengar besar sekali, tapi bagi teleskop yang dipasang di bumi dan berjarak 26 ribu tahun cahaya (atau sekitar 245 triliun kilometer), maknanya seperti memotret bola golf di permukaan bulan. (din/age)