NASA Tunjuk SpaceX Luncurkan Roket untuk Misi Lubang Hitam

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 15:38 WIB
NASA Tunjuk SpaceX Luncurkan Roket untuk Misi Lubang Hitam Ilustrasi. (Event Horizon Telescope Collaboration/Maunakea Observatories via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- NASA memilih perusahaan milik Elon Musk, SpaceX untuk menyediakan layanan misi peluncuran Imaging X-Ray Polarimetry Explorer (IXPE). Layanan ini memungkinkan astronom menemukan objek astronomi paling eksotis di alam semesta, seperti black hole atau lubang hitam.

Melalui laman resminya, NASA menargetkan misi IXPE dapat diluncurkan pada April 2021 dengan roket Falcon 9 dari Launch Complex 39A di Florida, AS. IXPE akan menerbangkan tiga teleskop ruang angkasa dengan detektor sensitif yang mampu mengukur polarisasi sinar-X kosmik.

Misi ini dilakukan untuk memudahkan para ilmuwan dalam mengamati objek seperti lubang hitam dan bintang neutron. Pengamatan ini dibutuhkan untuk lebih memahami jenis fenomena kosmik dan lingkungan ekstrem dua objek antariksa tersebut.
Sementara untuk kantor pusat IXPE sendiri akan berlokasi di Marshall Space Flight Center NASA di Huntsville, Alabama dan akan dikelola oleh Kantor Program Penjelajah di Goddard Space Flight Center, Greenbelt.


Melalui portal berita Tech Crunch, Presiden dan COO SpaceX Gwynne Shotwell mengatakan pihaknya merasa terhormat diberikan kepercayaan oleh NASA untuk menjalankan misi pengiriman muatan sains ke orbit bumi.

"SpaceX merasa terhormat bahwa NASA terus menaruh kepercayaan pada kendaraan peluncuran kami yang telah terbukti untuk mengirimkan muatan sains penting ke orbit," kata Shotwell.

"IXPE sebagai misi kontrak keenam SpaceX di bawah LSP NASA, dua di antaranya berhasil diluncurkan pada 2016 dan 2018."
Gambar lubang hitam atau black hole sendiri dirilis astronom pada April lalu. Lubang hitam merupakan 'monster' yang dapat menarik segala sesuatu yang ada di semesta.

Selama ini, benda antariksa ini dikaburkan oleh perisai gravitasi yang tidak dapat ditembus. Gambar inti gelap dengan lingkaran gas dan plasma berwarna oranye-api menunjukkan lubang hitam supermasif 50 juta tahun cahaya di galaksi yang dikenal sebagai M87.

Terungkapnya gambar lubang hitam diumumkan oleh para astronom melalui konferensi pers simultan di Brussels, Shanghai, Tokyo, Washington, Santiago dan Taipei.

Sebelumnya pada April 2017, delapan teleskop radio yang tersebar di seluruh dunia yakni Hawaii, Arizona, Spanyol, Meksiko, Chili, dan Kutub Selatan ditempatkan untuk merekam data lubang hitam di dua sudut semesta untuk mengumpulkan data.

Namun sejak 1700-an, para astronom sudah mulai berspekulasi soal 'bintang hitam' yang bisa memakan segala materi di antariksa itu. Lubang hitam memiliki massa empat juta kali lebih berat ketimbang matahari yang berarti lubang ini memiliki diameter 44 juta kilometer.

[Gambas:Video CNN] (din/age)