Rudiantara: PHK Massal Bukalapak Tak Berarti 'Tutup Lapak'

evn, CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 05:57 WIB
Rudiantara: PHK Massal Bukalapak Tak Berarti 'Tutup Lapak' Menkominfo Rudiantara. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membenarkan kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di Bukalapak, marketplace nasional yang berstatus unicorn. Kabar yang diterimanya, Bukalapak melakukan PHK kepada 100 pekerja dari total 2.600 pekerja.

Ia mengatakan data jumlah PHK pekerja didapatnya langsung dari Bukalapak setelah mendengar kabar PHK di media. Kendati begitu, menurutnya, jumlah itu terbilang kecil dan wajar.

"Saya dikasih tahu ada 100 dari 2.600 pekerja, kecil itu kalau melihat dinamika bisnis startup yang perubahannya sangat cepat, Menurut saya ini hal yang wajar," ungkap Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9).


Menurutnya, jumlah pekerja yang diputus terbilang wajar karena ia meyakini bisnis perusahaan masih cukup cemerlang ke depan. Ini terlihat dari realisasi pertumbuhan bisnis perusahaan yang meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir.

"Logikanya, dia pasti akan tambah pegawai. Hanya, ini istilahnya ada yang tidak sesuai dengan strategi, itu yang sekarang keluar. Tapi pasti akan membutuhkan tambahan yang sesuai dengan strateginya, ada yang keluar, ada yang masuk," tekannya.

Pandangan ini, sambungnya, sekaligus mematahkan anggapan bahwa bisnis perusahaan mulai redup. Apalagi, sampai akan merugi, sehingga melakukan pengurangan pekerja.

"Kalau saya lihat itu tidak terjadi di Bukalapak. Kalau saya sih bicara dengan pendirinya (Achmad Zaky) tidak. Ini bukan karena Bukalapak mau tutup, bukan," katanya.

Di sisi lain, ia melihat PHK tak melulu negatif. Toh, PHK dilakukan kepada pekerja di sektor industri digital. Menurutnya, para pegawai yang kena PHK sejatinya bisa mencoba peruntungan dengan menggunakan keahliannya untuk mendirikan perusahaan rintisan (startup) baru.

"Jadi karyawan di unicorn dan decacorn berpikir bagaimana dia suatu saat keluar dari startup dan jadi bagian dari ekosistem induknya, sehingga nanti diakuisisi. Kalau jadi karyawan terus, dapatnya berapa? Kalau jadi startup kan valuasinya tambah besar," ucapnya.

CEO dan pendiri Bukalapak, Azhmad Zaky membenarkan aksi PHK massal. Ia mengatakan langkah pemangkasan karyawan untuk mewujudkan ambisi agar perusahaan balik modal (break even point/ BEP) hingga mendapatkan keuntungan.

"Bukalapak menyatakan diri ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Zaky. (uli/evn)