Harvest Moon, Micro Supermoon Terangi Langit Malam Ini

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 18:00 WIB
Harvest Moon, Micro Supermoon Terangi Langit Malam Ini Supermoon yang terjadi pada Maret 2019 terangi langit Jerman. (Foto: Thomas Warnack/dpa via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Malam ini langit akan dihiasi supermoon tak biasa yakni micro harvest moon, fenomena yang pertama kali terjadi kembali sejak 13 September 2000.

Tahun ini, fenomena supermoon tak biasa ini terjadi pada Jumat (13/9) atau dikenal dengan istilah 'friday the 13th' yang kerap dikaitkan dengan peristiwa mistis. Harvest moon terakhir yang terjadi pada Jumat tanggal 13 di langit Bumi bagian utara pada 1935 silam.

Supermoon kali ini terlihat lebih kecil dibandingkan supermoon lainnya. Mengutip Earth Sky, bulan menjadi spesial karena tampak di langit lebih awal dari biasanya yang muncul sekitar 50 menit setelah matahari terbenam.


Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan fenomena ini terlihat di seluruh bagian Indonesia karena pada hakikatnya itu purnama biasa.

"Supermoon bisa terlihat sejak maghrib hingga menjelang matahari terbit hingga beberapa hari kedepan," terang Thomas melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

Masyarakat di Bumi belahan utara bisa melihat langsung fenomena yang kerap terjadi pada September hingga Oktober setiap tahunnya ini. Pada saat-saat tertentu seperti bulan September ini, Bulan berada dekat dengan autumn equinox.

Hal lain yang membuat Bulan ini unik adalah ukurannya yang terbilang lebih kecil dari fase purnama biasanya. Sebab, bulan akan menyentuh jarak terjauhnya.

Jaraknya mencapai sekitar 405 ribu kilometer dari pusat Bumi. Fenomena ini bisa juga disebut Micro-Moon atau Mini-moon. 


Dilansir Almanac, penamaan 'Harvest Moon' sendiri dipopulerkan oleh para petani  di Eropa pada awal abad ke-20.  Mereka biasa menggunakan bantuan cahaya bulan untuk bekerja di ladang hingga malam hari saat musim panen di awal musim gugur. 


Fenomena micro harvest moon diprediksi tidak akan terjadi lagi hingga 2049. (ndn/evn)