BPPT Kembangkan BioPeat Cegah Karhutla

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 20:08 WIB
BPPT mengembangkan teknologi BioPeat yang diklaim dapat mengubah lahan gambut menjadi bermanfaat tanpa harus dibakar. Karhutla. (CNN Indonesia/Hafidz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di Indonesia membutuhkan solusi untuk mencegah terulang kembali setiap tahunnya. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan teknologi Biopeat yang diklaim dapat mengubah lahan gambut menjadi bermanfaat tanpa perlu dibakar.

Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan, BioPeat merupakan pupuk hayati yang mampu menyuburkan lahan gambut. Sehingga, lahan tersebut masih bisa tetap dimanfaatkan tanpa perlu dibakar.

"Aplikasi pupuk hayati BioPeat pada tanah gambut mampu meningkatkan pH tanah dari semula rata-rata pH 3,9 menjadi sekitar pH 5. Dengan meningkatnya pH tanah gambut, maka peluang mikroba penyubur tanah lainnya yang dapat bertahan hidup di lingkungan tanah gambut juga ikut meningkat, sehingga tanah gambut menjadi lebih subur," jelas Hammam usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Pekanbaru pada Senin (16/9).


Dikembangkan bersama PT RSUP, Hammam mengatakan inovasi ini telah diuji dan berhasil mengingatkan produktivitas beberapa jenis tanaman seperti jagung dan nanas.
Lahan gambut merupakan lahan yang terbentuk dari endapan tanaman-tanaman yang telah mati dan membusuk dan terendam air. Gambut juga menyimpan karbon terestrial alami terbesar dibanding dengan vegetasi lainnya.

Selama musim kemarau, kandungan air dalam lahan gambut akan hilang hingga 50 persen dan membuatnya kering sehingga mudah terbakar. Jika terbakar, lahan gambut akan sulit dipadamkan karena letaknya bisa mencapai hingga 20 meter di bawah permukaan tanah.

Indonesia memiliki lahan gambut yang cukup luas yang tersebar di beberapa pulau besar. Wetlands International pada 2005 memperkirakan terdapat sekitar 20,6 juta hektar lahan gambut di Indonesia. Sementara pada 2011, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian dan Balai Penelitian Tanah memperkirakan luas lahan gambut di Indonesia mencapai 14,6 hektar.

Dengan adanya BioPeat ini, perusahaan maupun petani diharapkan untuk berhenti membakar hutan untuk keperluan pembukaan lahan. (ndn/age)