Marak Mobil dan Motor 'Bodong' di Papua, Dikirim dari Jawa

ANTARA, CNN Indonesia | Sabtu, 21/09/2019 11:14 WIB
Marak Mobil dan Motor 'Bodong' di Papua, Dikirim dari Jawa Ilustrasi razia kendaraan oleh kepolisian. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian di Papua mengungkap pasokan kendaraan tanpa surat-surat jelas alias 'kendaraan bodong' sedang marak pada akhir-akhir ini. Mobil-mobil seperti itu disebut datang dari pulau-pulau di barat Indonesia seperti Jawa dan Sumatra.

Kepala Kepolisian Resor Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, berdasarkan data perusahaan pembiayaan yang dilaporkan kepadanya, terdapat 250 unit kendaraan roda empat tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) masuk ke Timika melalui Pelabuhan Pomako.

Menurut Agung kendaraan itu rata-rata belum lunas dan sengaja digelapkan ke Timika.


"Berdasarkan laporan dari pihak leasing, mobil-mobil itu didatangkan dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi ke Timika secara diam-diam," kata Agung seperti disitat dari Antara, Sabtu (21/9).

Bukan cuma kendaraan roda empat, kendaraan bodong juga berupa sepeda motor. Beberapa unit kendaraan bodong dikatakan pernah diamankan saat razia kendaraan di Timika yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Mimika.

Mobilisasi kendaraan bodong yang statusnya bermasalah dengan perusahaan pembiayaan hingga pindah pulau bisa jadi berkaitan dengan jaringan sindikat. Ada banyak modus operandi seperti ini yang pernah diungkap kepolisian.

Di antaranya pemalsuan STNK atau BPKB, penipuan sewa mobil, transaksi mobil curian, dan pembelian mobil yang digadaikan.

Pada Juli lalu, Polres Blitar dilaporkan telah menangkap jaringan penggelapan kendaraan yang beroperasi melalui media sosial seperti Facebook. Pelaku menjual mobil yang menggunakan pelat nomor dan STNK palsu. Tercatat pelaku ini sudah menjual 18 unit kendaraan dengan cara itu. (fea)