ReformasiDikorupsi, Situs Pencatat Mahasiswa Hilang Usai Demo

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 19:43 WIB
ReformasiDikorupsi, Situs Pencatat Mahasiswa Hilang Usai Demo Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Advokasi untuk Demokrasi mencatat terdapat 93 laporan orang hilang setelah aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR, Jakarta pada 24-25 September. Data orang hilang yang dipublikasikan di situs ReformasiDikorupsi.org ini dikumpulkan dari laporan keluarga dan kerabat ke LBH Jakarta.

"Mereka adalah mahasiswa dari beberapa kampus, pelajar STM, termasuk sipil biasa," seperti tertulis dalam situs reformasidikorupsi.org yang diposkan pada Minggu ((29/9).

Selain mengumpulkan data dari LBH Jakarta, situs ini juga mengumpulkan data orang hilang melalui akun Twitter @AksiLangsung. Tak cuma mengumpulkan data orang hilang, akun ini juga mencatat nama-nama mereka yang ditahan pihak berwenang saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta pada 24-25 September kemarin.


Di dalam situs itu, tim Advokasi untuk Demokrasi mencatat setidaknya ada 93 laporan orang hilang. Mereka terdiri dari mahasiswa, pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM), dan masyarakat sipil.

Melalui reformasidikorupsi.org, Komisi Untuk Orang Hilang & Tindak Kekerasan (KontraS) pun menyediakan 'Formulir Pelaporan Orang Hilang Oleh KontraS' untuk masyarakat yang belum mendapat kabar dari kerabat atau keluarganya yang mengikuti aksi demo.

Selain itu, masyarakat yang tergerak untuk menjadi relawan medis dan menawarkan bantuan hukum, pembuat situs juga menyediakan formulir 'Kerelawanan'.

Dikutip dari laman 'Sangkalan', pembuat situs menegaskan reformasidikorupsi.org tidak ada kaitannya dengan institusi atau kelompok tertentu. Situs ini juga dibuat untuk berbagi informasi terkait aktivitas demo secara jelas sebagai upaya untuk mencegah kesimpangsiuran informasi yang beredar.

"Situs ini tidak ada kaitan dengan institusi/instansi/kelompok mana pun, kecuali yang dicantumkan, yaitu institusi/instansi/kelompok yang memberikan dukungan medis & legal bagi warga yang memperjuangkan hak-hak sipilnya," tulis pembuat situs reformasidikorupsi.org.

"(Situs) #refomasidikorupsi berkomitmen untuk melumat kabar-kabar miring yang menyudutkan demonstran, aktivis, dan upaya-upaya penyelamatan demokrasi. Kami berharap, didorong oleh tujuan bersama, ruang ini dapat melebihi batas-batas kolektif yaitu tekad untuk membongkar praktik dominasi dan dehumanisasi."

Aksi mahasiswa memprotes sejumlah peraturan pemerintah gencar dilakukan pada pekan lalu, 23-24 September 2019. Aksi demonstrasi itu lantas dilanjutkan dengan aksi protes dari siswa STM pada 2 hari berikutnya.

Kemarin (30/9) kembali terjadi aksi demonstrasi untuk mengawal rapat paripurna terakhir. Hari ini (1/10) sejumlah mahasiswa kembali menggelar aksi yang bertepatan dengan pelantikan anggota DPR periode 2019-2024.

Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kampus Yarsi, dan Politeknik STMI Jakarta berorasi secara damai. Malah mereka membagikan bunga untuk para polisi yang mengawal aksi.

Rencananya para mahasiswa ini juga akan melakukan long march ke depan Gedung DPR untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada anggota DPR periode 2019-2024 yang baru saja dilantik hari ini. (din/eks)