Apple Segera Luncurkan iPhone Murah

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 20:40 WIB
Apple Segera Luncurkan iPhone Murah Ilustrasi. (Josh Edelson / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple bakal meluncurkan iPhone SE2 yang dibanderol dengan harga murah. Seorang analis dari TF International Securities, Ming Chi Kuo mengatakan ponsel 'murah' Apple ini didukung cipset A13 yang juga disematkan di iPhone 11.

Selain itu, Kuo menyebut iPhone SE2 diprediksi bisa mendongkrak pertumbuhan Apple yang sempat lesu. Tak hanya memperbarui prosesor, ponsel ini didesain mirip dengan iPhone 8 yang memiliki layar 4,7 inci.

"Semua konten dan layanan Apple dapat berjalan dengan lancar di iPhone SE2. Hal ini akan menguntungkan pertumbuhan bisnis Apple berkat adopsi prosesor A13 dan RAM 3GB," tuturnya kepada jurnalis CNBC.
"Meskipun sebagian besar spesifikasi perangkat keras iPhone SE2 akan serupa dengan iPhone 8 tetapi kekutan komputasi SE2 lebih baik baik. Oleh karena itu, kami memperkirakan pengiriman iPhone SE2 pada kuartal pertama 2020 akan mencapai 30-40 juta unit," tambah Kuo.


Dilansir Engadget, pada awal penjualannya seri iPhone SE dijual Apple seharga US$399 atau sekitar Rp5,6 juta (US$1 = Rp14,120). Kuo memprediksi harga iPhone SE2 bakal dipatok US$349 atau Rp4,9 juta sedangkan iPhone 8 dibanderol US$449 atau Rp6,3 juta.

Desas-desus soal iPhone SE terbaru yang akan dijual dengan harga terjangkau sebetulnya telah muncul sejak 2018 lalu. Saat ini perusahaan menghentikan sementara produksi seri SE yang sempat dijual hinga 40 juta unit sejak 2016 sampai akhir 2018.
Sebelumnya, popularitas iPhone di China diprediksi akan terus meredup. Pasalnya makin sedikit masyarakat yang mencari informasi terkait iPhone di mesin pencarian China, Baidu.

Longbow Research mengungkap jumlah pencarian iPhone di Baidu turun 48 persen pada Februari 2019. Pada Januari lalu, jumlah pencarian juga turun 50 persen.

"Beberapa pemangkasan harga iPhone tidak menghentikan tren pencarian di China, justru penurunan berlanjut sementara penjualan dari pemasok pada Februari memburuk," kata analis Longbow Shawn Harrison.

Penjualan produk besutan Apple tersebut di China menurun 5 persen dari tahun ke tahun pada Februari dan lebih dari 30 persen dari Januari. (din/age)