Myzomela prawiradilagae, Spesies Burung Baru dari Pulau Alor

CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 10:01 WIB
Myzomela prawiradilagae, Spesies Burung Baru dari Pulau Alor Burung jenis baru, Myzomela prawiradiligae dari Pulau Alor. (Foto: CNN Indonesia/Dini Nur Asih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap spesies burung baru yang ditemukan di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur yakni Myzomela prawiradilagae. Spesies baru ini diperkirakan sudah mulai muncul sejak 2002 silam.

Peneliti Bidang Ornotologi LIPI, Mohammad Irham mengatakan spesies prawiradilagae hidup di dataran tinggi sekitar 1.000 meter dan statusnya tidak dilindungi.

"Sebetulnya burung ini diperkirakan sudah mulai terlihat tahun 2002 dan prawiradilagae statusnya tidak dilindungi. Lalu, mereka hidup di ketinggian 1.000 meter," kata Irham kepada awak media di kantor LIPI Cibinong, Jawa Barat, Selasa (8/10).


Irham menyebut nama prawiradilagae disematkan sebagai bentuk penghargaan kepada peneliti senior LIPI di bidang yang sama yakni Dewi Prawiradilaga, atas kontribusi besarnya bagi pengembangan penelitian ekologi dan konservasi burung Indonesia.

Secara spesifik, fisik burung ini memiliki kemiripan warna dengan Myzomela dammermami dari Sumba dan Myomela vulnerata dari Timor. Ketiga jenis Myzomela ini memiliki warna merah terang di bagian kepala.

Irham menerangkan kemampuan terbang Myzomela prawiradilagae diperkirakan dapat mencapai satu hingga dua kilometer berdasarkan dari ukuran tubuh dan rasio sayap terhadap badannya.

"Melihat dari ukuran tubuh serta rasio sayap dengan badannya, burung ini dapat terbang tidak lebih dari 1-2 kilometer," tuturnya.

Untuk bertahan hidup, Myzomela prawiradilagae mengonsumsi tumbuhan akasia dan eukaliptus.

Hanya saja, LIPI mencatat burung endemik Indonesia itu kini berstatus bahaya. Hal itu lantaran ada beberapa daerah wisata di Pulau Alor yang sangat rentang untuk dikonversi menjadi perkebunan.

"Karena hampir semua di Pulau Alor bukan daerah lindung, ada beberapa daerah wisata yang sangat rentan untuk dikonversi menjadi perkebunan maka hipotesis kita, Myzomela prawiradilagae in danger [bahaya] namun belum sampai punah," jelas Irham.

"Ancaman besar lainnya, burung ini baru saja ditemukan maka yang kami takutkan adalah masyarakat berusaha untuk memburu Myzomela prawiradilagae," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)