"Saya lebih melihat yang lebih terancam jenis bunga bangkai Amorphophallus gigas karena sudah susah dicari di alam terbuka," kata Peneliti Amorphophallus LIPI Yuzammi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/10).
Lebih lanjut kata Yuzammi, aktivitas manusia yang mengubah lahan hutan menjadi perkebunan pun menjadi faktor eksistensi bunga bangkai kian menyusut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunga bangkai Amorphophallus gigas Teijsm & Binn telah mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Dalam cuitannya, LIPI menyebut spesies bunga bangkai ini berasal dari Padang Sidempuan, Sumatera Utara dan pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada 4 Januari 2007.
Selain itu, spesies Amorphophallus ini berasal dari keluarga talas-talasan. Dia memiliki tonggol (spadix) atau bagian menjulang tinggi ke atas. Bagian pelindungnya yang mekar disebut braktea.
Yuzammi menuturkan tinggi gigas bisa mencapai 4 meter, terbantu oleh batang tinggi yang menopang bunga ini. Gigas biasanya tumbuh satu sampai tiga tahun tergantung besarnya umbi dan mekar saat malam hari.
Kendati demikian, Yuzammi mengatakan Amorphophallus gigas tidak seindah saudaranya yaitu Amorphophallus titanum. Dia menambahkan bunga bangkai Amorphophallus gigas dapat tumbuh sekitar 40 hingga 50 tahun. (din/age)