LIPI Ungkap Jenis Burung, Katak, dan Kodok yang Bakal Punah

CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 20:52 WIB
LIPI Ungkap Jenis Burung, Katak, dan Kodok yang Bakal Punah Ilustrasi. (Foto: Tomohiko Shimada via lipi.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut spesies baru burung, katak, dan kodok yang teridentifikasi masuk pada status terancam punah (critically endangered).

Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Cahyo Rahmadi mengatakan saat ini status tiga spesies baru kodok wayang Sigalegaphrynus terindikasi terancam punah berdasarkan daerah sebaran habitatnya.

"Untuk tiga spesies baru kodok Wayang Sigalegaphrynus berdasarkan sebaran habitatnya sudah masuk critically endangered [terancam punah]," kata Cahyo kepada awak media di kantor LIPI Cibinong, Jawa Barat, Selasa (8/10).


Menurut Cahyo, spesies fauna baru yang ditemukan tim Pusat Peneliti Biologi LIPI tidak dilindungi maka ketika terjadi bencana alam seperti gunung meletus, kepunahan makin meningkat.

Selain itu, LIPI menegaskan temuan spesies burung, katak dan tiga kodok wayang bukan untuk dieksploitasi. Namun sebagai pengingat adanya potensi kepunahan.

"Temuan ini bukan sebagai eforia untuk eksploitasi, ini mengingatkan kita bahwa ada potensi kepunahan," tegas Cahyo.

Di sisi lain, LIPI telah berhasil menemukan burung jenis baru yakni Myzomela prawiradilagae yang berkontribusi menambah daftar panjang temuan satwa endemik burung di Indonesia.


Penamaan burung jenis baru dari Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur ini menurut Peneliti Ornitologi LIPI Mohammad Irham merupakan bentuk penghargaan kepada peneliti senior bidang ornitologi LIPI, Dewi Prawiradilaga atas kontribusi besarnya untuk pengembangan penelitian ekologi dan konservasi burung di Indonesia.

Selain spesies burung, Peneliti Herpetologi LIPI Amir Hamidy menemukan jenis katak tanduk Kalimantan (Megophrys kalimantanensis).

"Jenis baru ini memiliki tanduk pada bagian moncong dan mata yang lebih pendek jika dibandingkan dengan katak tanduk pinokio. Selain itu, ada sepasang lipatan lateral tambahan pada sayap," kata Amir.

Amir dan tim juga berhasil menemukan tiga kodok wayang dari hutan dataran tinggi Pulau Sumatera, yaitu Sigalegalephrynus gayoluesensis berasal dari Gayo Leus Aceh, burnitelongensis dari Gunung Burni Telong Aceh sedangkan harveyi ditemukan di Gunung Dempo Sumsel.

[Gambas:Video CNN] (din/asa)