Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Sejumlah Kota di Jawa Timur

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 07:25 WIB
Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Sejumlah Kota di Jawa Timur Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / John MACDOUGALL)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi pada Jumat (11/10) hingga Selasa (15/10) sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Timur akan mengalami hari tanpa bayangan. Fenomena ini disebut juga sebagai kulminasi utama.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan, kulminasi utama merupakan fenomena saat matahari berada tepat di posisi paling tinggi di langit. Saat itu matahari akan berada di titik zenit atau tepat di atas kepala.

"Akibat fenomena itu, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpu pada benda itu sendiri," ujar Teguh saat dkonfirmasi, Rabu (9/10).


Berdasarkan catatan BMKG, sejumlah daerah di Jatim yang akan mengalami hari tanpa bayangan itu pada Jumat (11/10); Sumenep, Bangkalan dan Tuban. Selanjutnya pada Sabtu (12/10); Surabaya, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Ngawi.

Kemudian pada Minggu (13/10); Situbondo, Kraksaan, Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Mojosari, Mojokerto, Jombang, Ngasem, Kediri, Nganjuk, Caruban, Madiun dan Magetan.

Lalu, pada Senin (14/10); Bondowoso, Jember, Lumajang, Malang, Kepanjen, Batu, Kanigoro, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan. Terakhir, pada Selasa (15/10); Banyuwangi

Lebih lanjut, lantaran posisi matahari yang tepat berada di atas kepala, maka BMKG pun memprediksi akan ada peningkatan suhu udara. Teguh lantas mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh. 

"(Peningkatan) berkisar 0,5-1 C dari normalnya terutama di siang hari yang berpotensi menyebabkan dehidrasi. Tetap menjaga kondisi dengan asupan air yang cukup bagi tubuh," kata Teguh.

Kendati demikian, Teguh menyebut, kulminasi utama merupakan fenomena yang sudah biasa terjadi tiap tahun. Menurutnya, fenomena alam ini pun tidak perlu terlalu ditakutkan. 

"Tiap tahun di Indonesia, di Jatim secara khusus juga akan mengalaminya, itu bukan sesuatu hal yang harus dikhawatirkan berlebih kepada masyarakat," katanya. (frd/evn)


BACA JUGA