"Arah kemungkinan untuk pisah aplikasi, saya rasa kemungkinannya itu tetap ada," kata Ongki kepada awak media di Financial Club, Jakarta, Kamis (10/10).
Namun menurut Ongki, konsep dari Grab sendiri adalah sebuah platform yang menyediakan berbagai layanan hanya dalam satu aplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"GrabWheels belum bisa kita konsolidasikan ke dalam aplikasi Grab, jadi kita masih luncurkan aplikasi itu secara terpisah untuk beberapa waktu. Tujuannya supaya dia [GrabWheels] menjadi lebih mature dan smooth lagi pengalamannya, baru nanti kita gabungkan lagi menjadi satu layanan," terangnya.
Oleh karena itu lokasi peminjaman GrabWheels akan disediakan di daerah-daerah seperti pemukiman penduduk, area perkantoran, dan fasilitas pendidikan. Lokasi peminjaman ini mirip seperti tempat parkir.
Pengguna tinggal melakukan pemindaian QR code yang berada di stang motor melalui aplikasi. Kemudian pengguna bisa menggunakan skuter elektrik tersebut.
Pengguna bisa mengembalikan skuter di tempat parkir GrabWheels mana pun. Proses pengembalian skuternya dengan cara melakukan pemindaian QR Code yang berada di tempat parkir.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)