Co-Founder Gojek Kevin Aluwi mengatakan program Gojek Xcelerate membuka kesempatan kepada startup lokal untuk mengembangkan bisnis.
"Ini merupakan salah satu upaya kami memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat melalui perkembangan industri startup dan teknologi di Indonesia," ujar Kevin melalui keterangannya, Senin (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Machine learning membantu mempelajari banyak hal mulai dari pola perilaku pelanggan hingga kondisi lalu lintas, bahkan rute baru guna meningkatkan pengalaman pelanggan. Data dari jutaan pesanan yang diproses setiap hari dalam platform Gojek kami olah untuk menjawab kebutuhan pengguna."
"Algoritma perhitungan akan semakin terlatih dengan meningkatnya volume dan kompleksitas data yang masuk. Melihat potensi besar ini, Gojek banyak mengalokasikan investasi untuk mengembangkan talenta yang paham machine learning untuk menciptakan lebih banyak solusi lewat teknologi," ujarnya.
Diketahui, terdapat 25 startup yang terpilih dalam program akselerator Gojek Xcelerate. Lima startup pada batch pertama di antaranya Crewdible (startup logistik), Izy.ai (startup industri perhotelan), Peto (startup perawatan hewan peliharaan), Qlue (aplikasi smart city), dan Travelio (startup booking akomodasi).